Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk dua pelaku pencabulan gadis dibawah umur di sebuah Homestay di Jl Rungkut Madya.

Dua pelaku bernama Tomi Estrada (35) warga Jl Pacar Keling, Surabaya dan Rizal Aliftian (25) warga asal Pakisaji, Kabupaten Malang tersebut melakukan pencabulan terhadap Melati (16, nama samasaran).

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengungkapkan, tindak asusila ini terjadi saat Melati diajak nongkrong oleh Mawar (16, samaran) pacar Tomi Estrada ke bengkel Jl Pandugo, Rungkut. Di tempat tersebut ternyata sudah ada Tomi dan Rizal yang sedang pesta minuman keras (miras).

“Saat berada di bengkel itu, Melati dibujuk untuk minum miras berasama. Karena diajak, korban (Melati) pun terpaksa ikut minum minuman beralkohol itu,” terang Yeni di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Sesuai pesta miras, tersangka Tomi Estrada berpamitan untuk mengantar Mawar pulang. Sementara korban Bunga diantar oleh tersangka Rizal Aliftian.

“Saat dijalan, tersangka RZ, mengaku tidak kuat dan mengantuk sehingga memutuskan menginap disalah satu Homestay di Jl Rungkut Madya,” tambah Ruth Yeni.

Ruth Yeni menjelaskan lebih lanjut, Karena pengaruh alkohol, keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Namun berselang beberapa jam, tersangka Tomi Estrada datang ketempat keduanya menginap.

“Saat korban membuka pintu, oleh tersangka TM, langsung didorong ketempat tidur dan dipaksa melayani nafsunya bejatnya,” papar Ruth Yeni.

Saat kedua tersangka yang merupakan driver online itu tertidur, korban pergi dan melaporkan atas kejadian yang menimpa dirinya ke Mapolrestabes Surabaya.” Kedua tersangka kami amankan di tempatnya menginap pada Senin 8 Januari 2019) sekitar pukul 07.00 WIB,” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, petugas menjerat dengan pasal 81 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindumgan perempuan dan anak dan diancam pidana selama 15 tahun penjara.@rofik