Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Provinsi Jawa Timur menggelar Operasi Pasar (OP) untuk menjaga ketersediaan beras medium dan bahan pokok lainnya.

Sebanyak 10 armada truk berisi beras premium, medium, gula pasir dan minyak goreng ini dilepas ke sejumlah daerah, seperti di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengatakan, OP ini sangat bermanfaat untuk menjaga harga beras medium tetap stabil, ketersediaan pasokan terjamin, serta masyarakat bisa memiliki banyak alternatif dalam memilih beras sesuai selera.

“Mudah-mudahan harga beras tetap stabil di pasar, dan ketersediaannya cukup. Saat ini, stok beras di Perum Bulog Jatim masih ada sebanyak 650.000 ton sampai akhir 2019,” katanya usai melepas 10 armada truk untuk OP di Halaman Kantor Perum Badan Urusan Logisitik (BULOG) Jatim Subdivre Utara di Buduran, Sidoarjo, Kamis (10/1/2018).

Disebutkan, beras yang digelontor ke pasar dalam OP ini adalah beras medium seharga Rp 8.500/kg. “Tolong saya diberi 1 kilogram, kepala BULOG juga 1 kilogram, nanti kita masak di rumah masing-masing, dan setelah matang, kita coba sendiri rasanya beras seharga Rp 8.500 tersebut. Ini agar masyarakat yakin bahwa beras ini layak konsumsi,” cetus Heru.

Jika beras tersebut layak konsumsi, maka dirinya akan segera memberi laporan kepada Gubernur Jawa Timur, serta menyampaikan kepada masyarakat lewat berbagai media. Sehingga masyarakat bisa memiliki banyak pilihan saat membeli beras. Sebab, saat ini di pasaran terdapat beras medium yang dijual Rp 9.400/kg dan Rp 9.700/kg.

“Jika kita sudah mencoba sendiri, kita bisa bilang kepada masyarakat bahwa beras Rp. 8.500/kg ini layak konsumsi dan rasanya enak, dan ini sudah kami buktikan sendiri.” tegasnya.

Ditambahkan Kepala Perum Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim, kegiatan OP ini tujuannya adalah selain memastikan agar harga beras tetap stabil, juga sebagai early warning system untuk mencegah kenaikan harga bahan pokok sedini mungkin, terutama bahan-bahan yang belum panen atau musim.

Sementara itu, Kepala Unit Industri Pangan dan Perlindungan Konsumen, Ditreskrimsus Polda Jatim Ahmadi mengatakan harga kebutuhan pokok di Jatim dalam dua tahun terakhir cenderung stabil, bahkan beberapa komoditi ada yang mengalami penurunan harga (deflasi).

Namun jika kondisi stabil seperti ini dimainkan oleh aksi tengkulak nakal, maka pihaknya akan tegas melakukan penindakan.

“Ini berkat kerjasama dan sinergi yang baik antara seluruh pihak. Kami bertugas untuk mengawal betul ketersediaan bahan pokok, stabilitas, dan penindakan tegas terhadap oknum yang mencoba berbuat curang dan bermain-main dalam komoditi bahan pokok,” ancamnya.

Pihaknya memiliki tiga tahapan dalam upaya penindakan terhadap oknum-oknum tersebut. Yakni pencegahan, preventif dan represif. Sejak satgas pangan dibentuk, pihaknya telah melakukan proses penyidikan sebanyak 162 kasus, untuk kasus beras sendiri ada 11 kasus.

“Sampai saat ini, yang sudah dalam tahap penyelesaian sebanyak 84%, kami harap tidak ada lagi kasus-kasus berikutnya. Kami tetap melakukan pemantauan dan monitoring terhadap segala kegiatan terkait pangan, mulai ketersediaan, distribusi, dan kestabilan harga,” pungkasnya.@sarifa