Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kota Bogor akan memperkuat kembali kondisi keamanan wilayahnya demi kenyamanan masyarakat setempat.

Dalam hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya menginstruksikan tim Musyawarah Pemimpin Daerah (Muspida) dan aparat keamanan memetakan titik-titik rawan kriminalitas di setiap wilayah.

Menurut Bima, pemetakan ini untuk mengantisipasi tindak kejahatan terulang kembali usai peristiwa penusukan siswi SMK Tata Busana Baranangsiang yang tewas, di Gang Masjid Raya, Bogor Tengah, Selasa (7/1) lalu.

“Kita punya dua harta yang berharga, yaitu kemanan dan kebersamaan,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, Kamis (10/1/2018).

“Adanya kebersamaan akan menimbulkan keamanan, begitu sebaliknya. Untuk itu, unsur ini harus kita perkuat. Kita harus dalami apa yang melatarbelakangi kasus tersebut,” sambungnya.

Selain titik rawan bencana, kata Bima, Muspida juga perlu menyusun peta rawan kriminalitas dalam waktu sepekan. Pentingnya identifikasi titik rawan kriminalitas, harus dilakukan dengan menggandeng pejabat RT dan RW setempat.

Bima menekankan bahwa pentingnya koordinasi dan komunikasi dengan elemen pemerintah yang terlibat dalam mengamankan lingkungan serta meminta kepada Muspida untuk melaporkan fasilitas-fasilitas publik yang sudah tidak berfungsi alias rusak.

“Kalau ada lampu-lampu jalan atau taman yang rusak, tolong hubungi dinas terkait. Koordinasikan, agar nanti dapat diupayakan perbaikan-perbaikan. Kita semua, dalam menjaga ini harus saling bersama,” terang dia.

Lebih jauh Bima menjelaskan, bahwa sebab kriminalitas faktornya meliputi banyak hal. Mulai dari kasus perjudian, miras oplosan, penjambretan, pemerkosaan, hingga prostitusi daring. Menurut dia, saat ini salah satu tantangan keamanan yang ada di depan mata adalah kasus prostitusi daring.

Untuk itu, Bima menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk mendata siswanya yang tidak tinggal dengan keluarga. Selain itu, sekolah juga diwajibkan memberi pembinaan kepada para siswa yang memiliki gerak-gerik mencurigakan.@Licom