Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah klub bersuara mengenai isu hangat yang beredar di kancah sepak bola tanah air saat ini, yakni tentang pengaturan skor pertandingan, salah satunya Persijap Jepara.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini ternyata sering dikerjain wasit semenjak selama berkiprah di Liga 2 musim lalu.

Presiden Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, sebagai anggota PSSI pihaknya sangat dirugikan atas hal itu.

“Awal musim lalu tim kami menang kandang dan tandang, setelah itu tim kami kalah 1-0, 1-0, terutama lawan laga Persibat yang seharusnya kami mendapat dua penalti, dan yang aneh lagi waktu Persijap menjamu Pesibas kami dikalahkan Persibas 2-0, dua gol kami dianulir, padahal jelas – jelas gol,” ungkap Esti dalam keterangan tertulis, Kamis (10/01/2019).

Saat gol dianulir itu, lanjut dia, pelatih protes dengan keputusan wasit. Namun anehnya protes tersebut malah dinilai sebagai intimidasi terhadap wasit. Akibatnya Persijab denda Rp 100 juta. “Pelatih juga dilarang mendampingi tim selama dua pertandingan,” keluhnya.

“Secara grafik dan materi tim kami bagus. Maaf bukan memandang remeh tim lain. Kita bukan memancing masalah lama, tapi ini sudah jadi kebiasaan di indonesia, masalah ini tidak didengar,” urainya.

Ia juga menampik ini sebagai langkah cuci tangan atas prestasi Persijap.

“Kita selalu evaluasi dulu apa menjadi kesalahan kita, sebelum menyalahkan orang lain,” katanya.

Esti juga akan berupaya merangkul klub-klub Jateng lain untuk berani bersuara di kongres.

Ia berharap kongres PSSI menjadi momentum menuju sepak bola bersih.‎@fredy