Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
KPK tunggu bukti keberhasilan tim gabungan pengusut kasus Novel Baswedan
Novel Baswedan
HEADLINE

KPK tunggu bukti keberhasilan tim gabungan pengusut kasus Novel Baswedan 

LENSAINDONESIA.COM: Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pihaknya berharap tim gabungan yang terdiri dari beragam unsur seperti Polri, KPK dan tim pakar, bisa membuktikan kinerjanya dalam mengusut kasus penyiraman air keras ke penyidik senior, Novel Baswedan.

“Tinggal nanti menunggu apakah tim yang dibentuk akan membuktikan dan menghasilkan sesuatu yang signifikan, yaitu ditemukannya pelaku penyerangan,” ujarnya, Senin (14/1/2019).

Pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan masih belum ditemukan sekitar 600 hari lebih sejak peristiwa terjadi. Sehingga Febri menegaskan, upaya pengungkapan harus ditingkatkan dan dilakukan secara konsisten. “Kami sangat berharap berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan penyerang Novel Baswedan yang sudah lebih dari 600 hari,” tambahnya.

Febri memastikan pimpinan sudah menugas sejumlah pegawai KPK di tim tersebut. Mereka yang bergabung berasal dari tiga unsur, yaitu penyidik, penyelidik dan pengawas internal KPK. “Penugasan mereka dilakukan berdasarkan penugasan Pimpinan KPK. Nantinya pasti tetap akan berkoordinasi dengan tim bentukan Polri,” ungkapnya.

Dari salinan surat tugas dengan nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019, tim gabungan kasus Novel Baswedan ini terdiri dari 65 orang dari berbagai unsur. Diantaranya praktisi yang menjadi tim pakar, internal KPK dan Polri. Surat tugas pembentukan tim gabungan dikeluarkan pada 8 Januari 2019 dan ditandatangani Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam surat tugas tersebut, tim diperintahkan melaksanakan setiap tugas serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dan instansi terkait berdasarkan prosedur tetap yang telah diatur sesuai dengan perundang-undangan. Surat tugas ini berlaku selama enam bulan terhitung mulai 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.

Pembentukan tim melalui surat tugas tersebut untuk menindaklanjuti rekomendasi tim Komnas HAM dalam penuntasan kasus Novel Baswedan.

Baca Juga:  Presiden panggil Kapolri agar secepatnya umumkan perkembangan kasus Novel

Perlu diketahui, penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017, setelah korban menjalankan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya. Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor. Serangan cepat dan tanpa saksi itu tepat mengenai wajah Novel.

Sejak saat itu, Novel menjalani serangkaian pengobatan untuk penyembuhan matanya. Ia terus menanti penuntasan kasusnya. Namun hingga saat ini, polisi belum bisa mengungkap siapa dalang penyerangan tersebut. @KC/LI-15