Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polres Blitar Kota sita puluhan ribu pil koplo dari dua pemuda bertetangga
Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Siregar menunjukkan tersangka dan barang buktinya
HEADLINE

Polres Blitar Kota sita puluhan ribu pil koplo dari dua pemuda bertetangga 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Sat Reskoba Polres Blitar Kota meringkus dua pengedar pil koplo merek Double L, Wahyu Setiadi alias Kancil (24) dan Farid Yuda Kristanto (30), keduanya warga Jl Melati, Kepanjen Kidul, Kota Blitar.

Penangkapan terhadap keduanya bermula saat polisi mendapat informasi tentang keberadaan pengedar pil koplo di Cafe es cream Rolle Jl Veteran, yang akan melakukan transaksi dengan pembeli. Petugas Sat Reskoba langsung meluncur ke lokasi dan mengintai dari jauh.

Setelah mendapat ciri-ciri sang pengedar dan memastikan barang bukti dibawa pelaku, polisi langsung melakukan penangkapan. Saat digeledah, ditemukan barang bukti pil koplo Double L di dalam tas pinggang tersangka. Barang bukti yang disita, 26 klip plastik berisi pil koplo double L masing-masing 20 butir dan 1 klip berisi 16 butir. Total 520 butir yang disita. Selain itu juga diamankan 1 Hp SAMSUNG COOLPAD putih beserta sim cardnya, uang Rp 210.000, tas pinggang biru dongker.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Siregar menjelaskan, dalam pemeriksaan penyidik, Wahyu mengaku pil koplo tersebut didapat dari Farid yang punya 2 rumah di Jl Melati dan Jl Arum Dalu. Polisi cepat mengembangkan kasus ini dan pada Sabtu (12/1/2019) sekitar pukul 23.45 WIB, menuju kediaman Farid di Jl Arum Dalu, Kepanjen Kidul, Kota Blitar.

“Tersangka kaget dan tak berkutik saat polisi mendatangi rumahnya. Dalam penggeledahan ditemukan barang bukti pil koplo Double L di dalam kamar kosong, sebanyak 27 kantong plastik berisi masing-masing 950 butir (total 25.650 butir) dan 1 Hp Samsung J2 Prime, sebagai alat komunikasi transaksi,” terang AKBP Adewira Siregar, Senin (14/1/2019).

Hingga saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk diketahui asal barang tersebut. “Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk dikembangkan kasusnya. Mereka dijerat Pasal 197 sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat (1) UU RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan pasal 196 sebagaimana dimaksud pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkas mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini. @LI-15

Baca Juga:  Kerja sama tiga aspek, Pelindo III optimalisasikan sirkulasi keuangan dengan BNI