Trending News

18 Aug 2019
Prabowo sampaikan pidato kebangsaan “Indonesia Menang”
Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyampaikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Jakarta, Senin malam (14/01/2019). FOTO: Istimewaa
HEADLINE DEMOKRASI

Prabowo sampaikan pidato kebangsaan “Indonesia Menang” 

LENSAINDONESIA.COM: Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menggelar pidato kebangsaan di JCC Senayan, Jakarta, Senin malam (14/01/2019).

Pidato berisi visi dan misi “Indonesia Menang” ini disampaikan Prabowo sebagai capres 2019.

Dalam kesepatan itu, Prabowo menyampaikan akan mengubah arah bangsa ini. Dari arah yang tidak benar, ke arah yang benar dan membela kepentingan rakyat Indonesia.

Menurut Prabowo, ini dapat dilakukan bila bangsa kokoh. Terwujud dengan swasembada pangan. Rakyat akan didorong bisa memproduksi pangan sendiri. Ini agar seluruh rakyat bisa makan.

“Tidak boleh ada yang kelaparan di Republik yang kita cintai,” katanya.

Kemudian, Prabowo dan sandi akan menciptakan negara yang kokoh dengan swasembada energi, menciptakan bahan bakar sendiri. Meski pemerintah meramalkan negara ini akan 100 persen import bahkan bakar.

“Ketiga, kita harus swasembada air besih. PBB meramalkan 2025 bumi krisis air. Di Nusantara banyak kesulitan air bersih. Di Sragen, satu jam dari kota solo, rakyat kesulitan air. Rakyat bilang, tidak usah kirim kaos, baliho, spanduk, tolong kirim tangki-tangki air,” katanya.

Keempat, negera menurut Prabowo harus kokoh karena memiliki lembaga pemerintah yang kuat, bersih, berintegritas.

Kita perlu hakim yang unggul dan jujur, kita perlu jaksa yang unggul dan jujur, kita perlu polisi yang unggul dan jujur,” katanya.

Selain itu, Prabowo menyampaikan bahwa negara ini perlu intelijen yang unggul dan setia pada bangsa dan rakyat. Intelijen yang menginteli musuh negera, dan bukannya menginteli mantan Presiden Republik ini.

“Jangan intelin mantan ketua mpr ri, jangan intelin anaknya proklamator kita, jangan intelin mantan panglima TNI, jangan intelin ulama-ulama besar kita. Kalau mau intelin mantan Pangkostrad ngk papa,” kata Prabowo disambut riuh masyarakat yang hadir.

Baca Juga:  Para Tokoh punya peran penting untuk menciptakan perdamaian dan cegah penyebaran paham radikal terorisme

Kelima, negara yang kokoh membutuhakan angkatan yang unggul, tentara yang kuat yang setiap pada rakyat. Prabowo akan belajar ini kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap seniornya dan telah memimpin negara ini selama 10 tahun.

“SBY, mengajarkan kepada kita 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, tapi kalau kita lemah, kita diinjak-injak. Ini kita namankan visi misi Indonesia Menang. Indonesia harus menang,” kataya.

“kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah. kita tidak boleh jadi bangsa yang minta-minta. Kita tidak mau jadi bangsa yang utang terus, jadi bangsa yang tidak mampu membela rakyatnya sendiri,” katanya.@LI-13

Related posts