Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pemuda Banyuwangi sekap dan perkosa cewek Sidoarjo di Surabaya
Imron Ali Rosidi diapit Iptu Zainul Abidin dan Kompol David
HEADLINE

Pemuda Banyuwangi sekap dan perkosa cewek Sidoarjo di Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Unit Reskrim Polsek Tegalsari, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, menangkap Imron Ali Rosidi (23), tersangka penyekapan dan penganiayaan terhadap IS (20) di tempat kosnya, Jl Kedondong Kidul II, Surabaya.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Desa Cemploksari RT OO3/03, Cluring, Banyuwangi, itu nekat melakukan aksi itu karena sang pacar menolak diajak hubungan intim layaknya suami istri.

Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, tersangka dan korban merupakan pasangan kekasih yang sudah menjalin hubungan sejak 1 tahun lalu. “Kasus bermula saat tersangka menjemput korban di tempat kerjanya, kawasan Gedangan Sidoarjo, Selasa (8/1/2019), lalu diajak menginap di kosnya. Namun hal itu ditolak korban, sehingga tersangka mengancam akan menyebarkan foto bugil sang pacar ke media sosial,” terangnya didampingi Kanit Reskrim Iptu Zainul Abidin, Selasa (15/1/2019).

Takut aibnya dibongkar, korban menuruti permintaan tersangka diajak ke tempat kosnya. Namun tetap tidak mau melayani nafsu bejadnya, sehingga tersangka marah dan melakukan penganiayaan. “Korban dipukul di kepala, wajah dan tubuhnya. Namun korban bersikukuh tak mau melayani nafsu tersangka sehingga pelaku makin marah,” tambah Kompol David.

Kemarahan tersangka dilampiaskan dengan menggunting rambut korban. Bahkan mengancam akan membunuhnya jika tidak mau diajak hubungan intim. “Merasa nyawanya terancam, akhirnya korban dengan terpaksa melayani kemauan tersangka,” pungkas Kompol David.

Kanit Reskrim Iptu Zainul Abidin menambahkan, usai melampiaskan nafsunya hingga 3 kali, keesokan harinya korban kembali dianiaya dan dipotong rambutnya. “Saat itu, korban mendapat pesan melalui WhatsApp dari seorang laki-laki, yang membuat tersangka cemburu dan marah lalu melakukan penganiayaan dan sempat korban sehingga menimbulkan bekas luka cengkraman di leher,” ungkapnya.

Usai melakukan penganiayaan tersebut, korban kembali dipaksa melayani berhubungan intim. “Jadi setelah menyiksa korban gara-gara ada pesan WhatsApp, tersangka kembali memperkosa pacarnya itu,” ujarnya lebih lanjut.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri Nasional, Pemkot Surabaya hadirkan Gus Muwafiq

Kasus terungkap setelah korban berhasil keluar dari kamar kos dan menghubungi teman-temannya yang langsung datang menjemput. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Tegalsari. Polisi lantas menyelidiki identitas korban dan berhasil menemukannya untuk diminta keterangan. Setelah mengumpulkan cukup bukti, polisi bergerak mengamankan Imron Ali Rosidi

Iptu Zainul Abidin memaparkan, setelah mengecek ponsel tersangka, foto bugil korban sempat dijadikan senjata tersangka untuk mengancam pacarnya itu, sudah dihapus. “Kami masih melakukan pemeriksaan bekerja sama dengan Tim IT Polda Jatim untuk memeriksa ponsel tersangka,” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menjerat Imron Ali Rosidi dengan pasal berlapis, yakni pasal 351 KUHP ayat (2) tentang Penganiayaan dan pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan disertai kekerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. @rofik