Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola, Vigit Waluyo, sampai saat ini belum menjalani pemeriksaan. Napi kasus dugaan korupsi dana pinjaman PDAM Delta Tirta ke klub Deltras itu masih mendekam di Lapas Sidoarjo.

Muhammad Sholeh, kuasa hukum Vigit Waluyo mengaku hanya bertemu 3 menit dengan kliennya itu untuk memberitahukan status tersangka di Lapas Sidoarjo. Menurutnya, Vigit hanya mengangguk saat diberi tahu soal statusnya sebagai tersangka dugaan pengaturan skor bola. “Dia (Vigit) tidak memikirkan dulu kasusnya karena masih sakit,” ucapnya.

Menurutnya, Vigit Waluyo sedang sakit jantung dan baru-baru ini dinyatakan terkena tifus. Hal itu diketahui berdasar hasil laboratorium sehingga dokter menyarankan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, mantan manajer Deltras Sidoarjo itu bersikeras dirawat di dalam lapas saja.

Terkait status tersangka Vigit Waluyo, menurut Sholeh hal itu menyalahi aturan. Berdasar ketentuan, seseorang harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sebelum ditetapkan sebagai tersangka. “Setidaknya ada pemanggilan diperiksa. Jika dalam tiga kali pemanggilan tak datang, bisa dilakukan upaya paksa. “Selama ini Pak Vigit tidak pernah dipanggil dan diperiksa,” jelasnya.

Terkait sikap Vigit yang dianggap kurang sportif, tidak respek, dan tidak fair oleh PSSI karena punya akses ke ruang ganti serta lorong pemain pada pertandingan Liga 2, Sholeh menyebut penilaian tersebut tidak tepat. Alasannya, Vigit bukan pemain bola sehingga tidak memperhatikan hal itu.

Meskipun Komdis PSSI menyebut akses itu menjadikan Vigit bisa mengatur pertandingan dan menentukan klub yang akan lolos ke putaran berikutnya dan promosi ke Liga 1, Sholeh tetap tak sependapat. “Semuanya harus dibuktikan,” cetusnya.

Sholeh mengaku siap mendampingi Vigit Waluyo saat menjalani pemeriksaan Satgas Antimafia Bola dengan catatan kondisi kloiennya itut memungkinkan, alias tak sedang sakit sehingga bisa menjawab pertanyaan. @LI-15