Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Polisi: Muncikari simpan banyak foto dan video tak senonoh artis Vanessa Angel
Vanessa Angel
HEADLINE

Polisi: Muncikari simpan banyak foto dan video tak senonoh artis Vanessa Angel 

LENSAINDONESIA.COM: Polisi menyebut muncikari ES alias Siska banyak mengoleksi foto dan video vulgar artis Vanessa Angel dalam kondisi tanpa busana. Diduga, foto dan video itu yang digunakan ES saat menawarkan kepada calon pemesan jasa prostitusi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan foto dan video itu didapat penyidik dari pemeriksaan digital forensik alat komunikasi ES. “Ada banyak foto dan video dengan berbagai pose dari artis VA,” jelasnya, Rabu (16/1/2019).

Penyidik juga mendalami pemeriksaan terhadap Vanessa Angel terkait 9 transaksi, baik transaksi keuangan maupun percakapan di 3 lokasi, yakni 2 di Singapura, 6 di Jakarta dan 1 di Surabaya. Di 9 transaksi itu, artis VA disebut aktif bertransaksi berkaitan dengan praktik prostitusi sehingga polisi kini menjadikannya tersangka.

Seperti diberitakan, penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, akhirnya menetapkan artis Vanessa Angel sebagai tersangka kasus prostitusi online. Bintang FTV ini menjadi tersangka setelah polisi menemukan bukti keterlibatannya yang aktif dalam bisnis pelacuran online.

“Artis VA melanggar pasal 27 ayat 1 Undang-Undang ITE. Sebab dia terbukti mengeksplor dirinya untuk kepentingan prostitusi online,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (16/1/2019).

Pasal ini disangkakan terkait foto dan video porno yang diduga didistribusikan Vanessa Angel kepada muncikari ES dan pelanggan. Lewat foto dan video porno inilah, Vanessa Angel melalui ES kerap menggaet para pelanggan.

Bukti ini didapat polisi setelah melakukan pendalaman atas bukti digital forensik dari ponsel milik Vanessa Angel dan para muncikari, ES alias Siska dan TN alias Tentri.

Irjen Luki menjelaskan, sejak 2017 lalu Vanessa Angel cukup aktif melayani pelanggan. “Dari 15 transaksi, ada 9 transaksi yang melibatkan langsung Vanessa. Masing-masing 2 transaksi untuk layanan di Singapura, 6 di Jakarta dan 1 di Surabaya,” pungkasnya. @LI-15

Baca Juga:  Anggota Fraksi Golkar DPRD Surabaya diperiksa Kejari terkait dugaan korupsi Jasmas