Trending News

18 Aug 2019
Tak terima lagu Jogja Istimewa dipakai kampanye Prabowo, Marjuki lapor polisi
Pencipta lagu "Jogja Istimewa" Mohammad Marjuki alias Kill The DJ bersama kuasa hukumnya saat melapor ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa 15 Januari 2019. FOTO: deti
HEADLINE DEMOKRASI

Tak terima lagu Jogja Istimewa dipakai kampanye Prabowo, Marjuki lapor polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Pencipta lagu “Jogja Istimewa” Mohammad Marjuki alias Kill The DJ melaporkan akun Instagram dan Twitter atas nama CakKhum ke Polda DIY, Selasa (15/01/2019).

Marjuki tidak terima lagu “Jogja Istimewa” diubah liriknya untuk kepentingan kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurut Marjuki, ubahan lagu tersebut ditemukan dan diuanggah di akun Instagram dan Twitter atas nama CakKhum. Dalam video yang diunggah, lirik lagu Jogja Istimewa seharusnya berbunyi “Jogja, Jogja tetap istimewa, istimewa negerinya istimewa orangnya, Jogja, Jogja tetap istimewa, Jogja istimewa untuk Indonesia”, kemudian oleh akun atas nama CakKhum diubah menjadi “Jogja Jogja Jogja istimewa, Prabowo Sandi pilihan kita, Jogja Jogja Jogja istimewa, adil dan makmur tujuan kita. Di baris akhir lirik yang diubah tertulis (Emak-emak Jogja)”.

“Saya tidak terima lagu itu dipakai untuk kampanye, baik paslon Jokowi Amin atau Prabowo Sandi,” ujar Marjuki.

Ia mengungkapkan kasus seperti ini pernah dihadapinya juga. Ketika itu ia melayangkan somasi ke Dinas Kesenian dan Kebudayaan DIY karena menggunakan lagunya tanpa izin.

Marjuki merasa perlu melakukan hal ini karena sebagai seniman harus menjaga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Apabila ada pihak yang akan menggunakan lagu itu, maka harus izin terlebih dulu kepadanya sebagai pencipta lagu.

Bagi Marjuki, lagu Jogja Istimewa memiliki nilai historis yang luar biasa karena membayar hutang rasanya kepada Yogyakarta.

“Saya tidak ingin mengingkari spirit lagu itu untuk kampanye,” ucapnya. Hal itu juga berlaku pada pemilu 2014, sekalipun ia mendukung Jokowi tetapi tidak menggunakan lagu itu untuk kampanye. Bahkan, ia juga tidak mengizinkan lagu Jogja Istimewa digunakan untuk kepentingan komersial.

Baca Juga:  Pesan kerukunan umat beragama dari Surabaya

Sebelum melaporkan kejadian penggunaan lagunya tanpa izin ke polisi, Marjuki sudah menunggu permintaan maaf resmi dari si pengunggah. Namun, tidak digubris. “Karena tidak ada, maka laporannya dari sosial media,” tuturnya.

Pada awalnya, nama akun yang terpampang yang dilaporkan, tetapi tetap akan ditelusuri siapa yang dengan sengaja mengganti lirik dan memviralkannya.

Kuasa Hukum Marjuki, Hilarius Ngajimero, mengatakan laporan kepada polisi akan ditingkatkan statusnya.

“Untuk mencari yang bersangkutan kami yakin penyidik sudah memiliki cara yang profesional, tetapi kami tetap membantu penyidik untuk mencari,” kata Hilarius.

Dalam laporannya, ia melampirkan bukti hak cipta lagu Jogja Istimewa serta bukti video dari akun yang mengubah lirik lagu itu. Pasal yang disangkakan adalah UU ITE dengan ancaman sembilan sampai 12 tahun penjara dan UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Diketahui, lagu Jogja Istimewa diciptakan oleh Marjuki pada 2010. Lagu ini viral nyaris bersamaan dengan erupsi Merapi 2010.

Menurut Marjuki, lagu yang dinyanyikan bersama dengan Hip Hop Foundation Ini tidak berkaitan dengan polemik keistimewaan kala itu.

“Lagu ini saya ciptakan setelah membaca sejarah Yogyakarta serta melihat nilai dan semangat Yogyakarta,” ujar Marjuki.

Ia terinspirasi buku Tahta untuk Rakyat dan kalimat Soekarno dalam menciptakan lagu Jogja Istimewa. Terutama, ketika ibukota RI pernah dipindahkan ke Yogyakarta.

Proses menulis lagu Jogja Istimewa juga tidak memakan waktu lama, hanya satu hari.

Melalui laporan ke polisi, Marjuki juga ingin memberikan pembelajaran, di tengah kontestasi politik saat ini banyak orang saling fitnah dan menghina. Ia tidak ingin mewariskan situasi ini kepada generasi selanjutnya.

“Pakai lagu tanpa izin tidak ada etikanya, ini juga tidak ada kaitannya dengan pilihan politik saya,” kata Marjuki.

Baca Juga:  Dikepung warga, Asrama mahasiswa Papua di Surabaya gelap gulita

Sekalipun sampai sekarang ia tetap mendukung Jokowi, namun ia juga akan melaporkan ke polisi apabila lagu ini digunakan oleh tim sukses Jokowi.@LI-13

Related posts