Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mayat dalam drum di Romokalisari, pembunuhnya dua ABG asal Gresik
PEMBUNUHAN: Syaifur Rizal dan Muhammad Ari saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (18/01/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Mayat dalam drum di Romokalisari, pembunuhnya dua ABG asal Gresik 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan bos laundry, Ester Lilik Wahyuni (51) yang mayatnya ditemukan di dalam drum plastik di lahan kosong depan PT Maspion 4, Jalan Raya Romokalisari, Benowo, Surabaya, Kamis (17/01/2019) pagi.

Dua pelaku yakni Syaifur Rizal alias Ijang (19) warga Dusun Sumber Lanas, Desa Teluk Jatidawamg, Kecamatan Tambak, Gresik dan Muhammad Ari alias Mat (20) warga asal Gili, Bawean, Gresik.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, dua pelaku yang masih anak baru gede (ABG) itu ditangkap di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Jumat pagi (18/01/2019). Keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Rudi, pihaknya bisa mengukap dan menangkap pelaku setelah anggota Satreskrim melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) korban dibuang dan keterangan saksi di rumahnya.

“Dari serangkaian penyelidikan dan keterangan para saksi, mengarah kepada kedua tersangka yang merupakan mantan karyawan korban,” terangnya.

Rudi Menjelaskan, tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban karena sakit hati, setelah dimarahi sehingga melakukan perencanaan sebelum menghabisi.

“Saat tersangka datang meminta uang makan, oleh korban dimarahi dan diusir. Karena sakit hati keduanya merencanakan melakukan pembunuhan,” tambahnya.

Dalam melakukan aksinya, tersangka memukul korban dengan tangan kosong mengenai dada dan mukanya, yang kemudian mencikik leher secara bergantian.

“Korban yang tidak berdaya, diikat dan dibungkus sprei. Untuk menghilangkan jejak, korban dimasukan kedalam Drum lalu dibuang di lahan kosong depan PT Maspion 4, Jalan Raya Romokalisari, Benowo, Surabaya,” pungkas Rudi.

Sementara tersangka Syaifur Rizal alias Ijang mengaku bahwa dirinya yang bekerja ditempat korban, tidak pernah diberi uang makan seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“Saya jarang dikasih makan, giliran minta uang makan, kami dimarahi, dituduh curi handphone dan diusir,” ucapnya.

Baca Juga:  FTF Returnees jadi pembicaraan Kepala BNPT saat bertemu Perwakilan Tetap RI PBB di Jenewa

Tersangka juga mengaku, setelah dicekik korban belum mati dan baru tidak bernafas saat dibungkus sprei.” Waktu dibungkus masih bernafas, dan setelah tidak bergerak kami masukan ke drum,” ujarnya menunduk.

Keduanya tersangka mengaku bahwa dirinya dijanjikan uang makan seminggu Rp 50 ribu dan gaji Rp 2,1 juta. Namun, sepekan bekerja, dirinya tidak diberi uang makan sehingga menagihnya.

“Saya minta uang Rp 100 ribu buat pulang, tapi malah diomeli. Seandainya dikasih ya gak melakukan (pembunuhan),” ujar Ari penuh penyesalan.

Atas perbuatan keji keduanya, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya menerapkan Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan diduga korban pembunuhan terbungkus kain putih di dalam drum plastik ditemukan di Jl Raya Romokalisari, depan PT Maspion 4, Surabaya, Kamis (17/01/2019) pagi.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang pemulung yang mencium aroma busuk saat mendekati sebuah drum. Setelah memeriksa, ternyata di dalamnya ada mayat yang dibungkus kain putih. Pemulung tersebut bergegas melapor ke petugas sekuriti PT Maspion dan diteruskan ke Praja Benowo.

Selanjutnya Praja Benowo melapor ke Polsek Benowo. Tak lama kemudian, petugas Inafis Polrestabes Surabaya datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menyatakan mayat tanpa identitas itu diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Saat ditemukan, jenazah memakai baju lengkap dan celana jins hitam.

“Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Kami tak menemukan satupun identitas pada tubuh korban. Diduga kuat mayat perempuan dalam drum plastik itu adalah korban pembunuhan. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap ini,” terangnya.

Baca Juga:  Pertumbuhan 5 tahun terakhir, Crown Group rampungkan proyek senilai total Rp 18 triliun

Setelah diselidiki, petugas akhirnya berhasil mengungkap identitas korban, yaitu Ester Lilik Wahyuni (51) seorang pengusaha Laundry di Jl Simpang Darmo Permai Selatan Gg XV No. 213, Surabaya.@rofik