Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pengguna BPJS kesehatan bisa naikkan kelas, ini syaratnya!
EKONOMI & BISNIS

Pengguna BPJS kesehatan bisa naikkan kelas, ini syaratnya! 

LENSAINDONESIA.COM: Kini, para pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat berpeluang untuk meningkatkan kelas perawatan lebih tinggi dari haknya.

Hal tersebut sesuai yang ditetapkan dalam Peraturan Kementerian Kesehatan No. 51/2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program JKN.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf menyampaikan, regulasi tersebut memberi kesempatan kepada peserta JKN untuk menaikkan kelas perawatannya bahkan hingga rawat jalan eksekutif. Hal itu ada konsekuensi pembayaran selisih biaya yang ditanggung oleh pengguna JKN tersebut.

“Untuk pembayaran selisih biayanya bisa dilakukan secara mandiri oleh peserta, pemberi kerja, atau bahkan melalui asuransi kesehatan tambahan,” paparnya di Jakarta, Jumat (18/01/2019).

Iqbal menambahkan, naik kelas perawatan tersebut hanya bisa dilakukan satu tingkat dari kelas awal dari hak peserta. Untuk naik ke kelas rawat inap dari kelas 3 ke kelas 2 dan dari kelas 2 ke kelas 1, peserta harus membayar sisa biaya antara tarif INA CBG’s antar kelas.

Untuk kelas rawat inap dari kelas 1 ke kelas di atasnya, halnya VIP, peserta harus membayar selisih biaya maksimal 75% dari tarif INA CBG’s kelas 1.

“Giliran untuk rawat jalan, peserta harus membayar biaya paket layanan rawat jalan eksekutif maksimal Rp400.000 untuk setiap rawat jalan.

Penyedia layanan kesehatan, lanjut Iqbal, harus menginformasikan kepada peserta atau keluarganya terkait biaya layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan dan jumlah selisih biaya yang dibebankan peserta.

“Peserta maupun keluarganya juga harus bersedia membayar selisih biaya sebelum memperoleh pelayanan kesehatan,” tutup Iqbal.@L6,eld-Licom

Foto: ilust-ist