Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Persijap Jepara sebagai salah satu peserta dan pemegang suara akan menghadiri Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang akan berlangsung di Bali pada 20-22 Januari 2019.

Presiden Persijap, Esti Puji Lestari mengatakan, sebagai klub anggota PSSI, pihaknya akan memanfaatkan momentum kongres untuk menyampaikan gagasan perbaikan penyelenggaraan kompetisi sepakbola di Indonesia.

“Sebagai anggota PSSI Persijap tentu akan menyampaikan usulan-usulan,” kata Esti dalam keterangan tertulis melalui pesan singkat, Sabtu (19/01/2019).

Menurut Esti, pada kongres nanti pihaknya akan mengusulkan format baru dalam kompetisi yang bernaung di bawah PSSI, khususnya untuk Liga 3.

“Pada musim lalu, kompetisi Liga 3 terdiri dari tiga fase yaitu: Liga 3 Provinsi, Liga 3 Regional dan Liga 3 Nasional,” ujarnya.

Menurut dia, format itu kurang ideal. Dikatakan, usulan format baru untuk musim 2019/2020 adalah peserta Liga 3 dibatasi menjadi 32 tim.

“Di mana 32 tim/klub tersebut adalah yang lolos babak 32 besar Liga 3 nasional 2018. Selanjutnya, ada Liga 4, yang pesertanya adalah tim yang tidak lolos fase nasional dan tim amatir yang terdaftar di Asprov,” terangnya.

Disamping itu juga dengan maraknya pengaturan pertandingan/match fixing, Persijap mengusulkan agar exco baik langsung maupun tidak langsung agar diberhentikan dan disangsi. Untuk klub yang terlibat agar didegradasikan dan pemain yang terlibat disangsi larangan tidak boleh bermain seumur hidup.

“Selain itu, tidak kalah pentingnya, Persijap juga akan mengusulkan subsidi yang adil dan merata, berdasarkan pembinaan klub anggota agar lebih mandiri, hak komersiil yang transparan, jadwal kompetisi yang disiapkan secara matang dan minimal 6 bulan sebelum kompetisi sudah dijabarkan peraturan/ regulasi dan skema promosi degradasinya, hal itu akan dapat disepakti bersama,” imbuh Esti.@fredy