Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan wejangan (pesan) kepada Wali Kota Surabaya Fandi Utomo yang turut hadir di acara pelantikan pengurus DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim periode 2018-2020yang berlangsung di wisma Marinda Jl Semolowaru, Surabaya, Minggu (20/01/2019).

Di sela pidatonya yang bertema “Ekonomi Kerakyatan Sebagai Working Ideologi Pancasila di Jawa Timur” Soekarwo menyampaikan bahwa pekerjaan besar Wali Kota Surabaya kedepan diantaranya faktor demografi.

Menurutnya, saat ini angka kelahiran mengalami penurunan khususnya yang menimbulkan efek berkurangnya jumlah siswa masuk sekolah.

“Ini menjadi tugas wali kota Surabaya kedepan, bagaimana bisa melahirkan solusi yang tepat dalam penanganannya,” ungkap pria yang akrab disapa Pakde Karwo sembari melihat langsung ke arah Fandi Utomo yang duduk di kursi barisan depan.

Lebih jauh, Soekarwo juga meminta keberpihakan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mampu mewujudkan ekonomi yang berkeadilan dan partisipatif. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi maka pemerintah harus hadir dan mampu memfasilitasi kepentingan masyarakat kecil.

“Konsep negara harus hadir mengurus kepentingan rakyatnya melalui kebijakan telah dilakukan. Tidak bisa yang besar, menengah, dan kecil dibiarkan bertarung atas nama efisiensi dan konsep ini bisa dilakukan wali kota kedepan dalam memimpin Surabaya,” ujar mantan Ketua PA GMNI Jatim ini.

Pakde Karwo juga menyampaikan, yang harus diketahui oleh calon wali kota Surabaya mendatang adalah peta masyarakat di Surabaya yang masuk golongan arek. Pada tingkat ini yang menjadi panutan masyarakatnya adalah kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi dan intelektual. Masyarakat arek ini dalam berfikir lebih rasional, sehingga kapasitas, kapabilitas dan intelektual calon menjadi penilaian penting bagi mereka dalam menentukan pilihannya untuk calon pemimpin kedepan.

“Seperti hasil Pilgub Jatim kemarin, hasil debat sangat mempengaruhi pilihan masyarakat. Calon wali kota harus tahu, artinya tingginya tingkat popularitas tidak menjadi penentu, tapi kemampuan calon yang menjadi penentu masyarakat dalam memilih,” imbuh Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Sementara itu, calon Wali Kota Surabaya Fandi Utomo menyambut baik apa yang telah disampaikan Pakde Karwo. Alumnui GMNI ini mengatakan, pesan Pakde Karwo iitu menjadi pembelajaran penting baginya untuk ia pelajari, cermati dan diamati, khususnya di Surabaya dan pada waktunya nanti akan ia tindaklanjuti secara serius.

“Saya sangat Memperhatikan pesan pakde karwo ini dan ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk surabaya kedepan,” ungkap politisi yang juga calon DPR RI Dapil Jatim 1 yakni Surabaya-Sidoarjo dari PKB ini.@wan