Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
18 nelayan NTT ditangkap polisi Timor Leste
Ilustrasi
BALI / NTB / NTT / PAPUA

18 nelayan NTT ditangkap polisi Timor Leste 

LENSAINDONESIA.COM: Sedikitnya 18 nelayan Indonesia asal Desa Pulau Buaya, Alor, NTT, ditangkap Unidade Polisia Maritima (UPM), atau polisi Timor Leste.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto, membenarkan kabar ini. Menurutnya, peristiwa penangkapan nelayan Indonesia itu terjadi Sabtu (19/1/2019). “Kami juga baru mendapat laporan dan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta KBRI di Dili untuk memastikan adanya penangkapan itu,” ujarnya seperti dikutip Antara, Senin (21/1/2019).

Hasil koordinasi tersebut, ada 18 orang nelayan asal Desa Pulau Buaya yang ditangkap polisi Timor Leste. Para nelayan dianggap melanggar karena memasuki zona perairan Timor Leste. Selain itu mereka juga membawa alat tangkap ikan hingga kompresor. “Mereka ditangkap bukan karena membawa ikan lalu hendak menjualnya. Tapi karena membawa alat tangkap ikan berupa kompresor, alat selam dan senjata penangkap ikan,” imbuhnya.

Saat ini para nelayan sedang berada di markas UPM untuk menjalani pemeriksaan pihak keamanan setempat. KBRI di Dili dikabarkan terus memantau perkembangan kasus ini. @LI-15

Baca Juga:  Pembentukan AKD DPRD Surabaya, PKB minta jatah Ketua Komisi dan Badan