Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gelombang tinggi mengancam perairan Indonesia, ini wilayah paling berbahaya
Ilustrasi gelombang tinggi
HEADLINE

Gelombang tinggi mengancam perairan Indonesia, ini wilayah paling berbahaya 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memberikan peringatan dan mengkategorikan bahaya terkait adanya gelombang setinggi 4-6 meter di 4 wilayah perairan di Indonesia.

Masing-msing Laut Natuna bagian lutara, Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan dan perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar.

Ketinggian gelombang ini disebabkan adanya pola tekanan rendah 1.004 hPa di perairan timur Filipina, 1.007 hPa di Laut Arafuru bagian barat dan tekanan dari Samudera Hindia Barat Daya Banten.

Peningkatan gelombang tinggi juga disebabkan pola angin di utara Indonesia dari arah barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan di selatan wilayah Indonesia secara umum berasal dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-30 knot.

BMKG juga memantau kecepatan angin tertinggi berada di perairan Enggano-Bengkulu, Laut Natuna bagian utara, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Flores.

Selain itu, beberapa perairan Indonesia yang berpeluang terjadi gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter. Karena itulah BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan diharapkan waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang juga diminta waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal Ferry diimbau waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Kapal besar seperti kargo/kapal pesiar diharapkan waspada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.@Kompas/LI-15

Berikut rinciannya:
1. Perairan barat Aceh.
2. Samudera Hindia barat Aceh.
3. Perairan barat Kepulauan Nias hingga Kepulauan Mentawai.
4. Perairan Pulau Enggano hingga barat Lampung.
5. Selat Sunda bagian selatan.
6. Samudera Hindia barat Sumatera.
7. Perairan selatan Banten hingga Sumba.
8. Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan.
9. Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB.
10. Laut Natuna utara.
11. Perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna.
12. Laut Natuna. 13. Laut Jawa bagian tengah dan timur.
14. Perairan utara Jawa Tengah dan timur.
15. Perairan utara Pulau Madura hingga Kepulauan Kangean.
16. Selat Makassar bagian selatan.
17. Perairan barat Sulawesi Selatan.
18. Laut Flores.
19. Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar.
20. Perairan Kepulauan Wakatobi.

Baca Juga:  Pemerintah diminta selamatkan aset Negara, sebelum “groundbreaking” Pelabuhan Marunda