Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
‘Selain bermanfaat untuk pendidikan anak, Program PKH diminta tepat sasaran’
Presiden Joko Widodo mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) untuk pendidikan anak-anak. (foto: istimewa)
EDUKASI

‘Selain bermanfaat untuk pendidikan anak, Program PKH diminta tepat sasaran’ 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah terus melakukan perluasan cakupan Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah terus lakukan upaya memperbaiki data-data demi mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang efektif dan berkualitas.

Program Keluarga Harapan (PKH) ini mendapat dukungan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu Presiden Jokowi juga meminta program tersebut tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bagi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan.

“Hal itu harus prioritas. Pasalnya, nanti anak-anak kita bisa melebihi orangtuanya. Pintar-pintar, cerdas-cerdas, sehat-sehat. Melebihi kita,” ujar Presiden Jokowi.

Manfaat langsung, Presiden Jokowi menceritakan saat bertanya langsung pada seorang Ibu yang mendapatkan bantuan program tersebut. Jokowi menceritakan hal itu saat memberi sambutan.

“Tadi saat turun mobil, saya menanyakan ibu-ibu di depan ATM. Mau ngambil berapa? Ibu itu menjawab Rp 1 Juta. Saya kaget, kok banyak sekali. Ibu itu bilang buat sekolah anaknya,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan, bagi mereka yang mendapatkan bantuan diharapkan untuk memanfaatkan bantuan tersebut dan jangan sampai dipakai untuk hal-hal tidak penting.

“Jangan sampai tergesa-gesa mengambil dan dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Hati-hati,” pesan Jokowi.

Dalam dialognya dengan warga, Presiden Jokowi menceritakan masa kecilnya dahulu. Ia bercerita bahwa dulu orangtuanya tidak mampu. Walaupun begitu, keluarga tetap memprioritaskan sekolah.

“Dulu belum PKH. Beruntunglah ibu-ibu kini sudah ada PKH. Jadi gunakan uangnya secara tepat sesuai kebutuhan,” cerita Jokowi.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi pun menyinggung soal masalah gizi. Dia mengatakan gizi penting untuk pertumbuhan anak-anak. Para orang tua diharapkan memperhatikan asupan gizi pada anak agar mereka mendapatkan nutrisi dan gizi terbaik. Salah satu asupan yang penting menurut Jokowi, ialah telur.

Baca Juga:  Melompat dari lantai 5, pengedar narkoba di Surabaya tewas terbentur tangga

“Anak kita ini harus cerdas, pintar, dan sehat. Oleh sebab itu gizi anak harus diperhatikan. Telur jangan lupa. Telur sekilo berapa sekarang? Rp25 ribu atau Rp24 ibu per kilo kan. Sekilo ada berapa telur? 16? Iya, dapat banyak,” tanya Presiden Jokowi.

Jokowi melanjutkan bahwa selain telur, bahan makanan makanan yang cukup proteinya seperti Ikan, Sayur, Buah. Hal ini perlu diberikan kepada anak agar semakin cerdas dan pintar.

“Negara ini membutuhkan anak-anak yang pintar, cerdas, dan sehat. Maka dari itu berikan asupan terbaik dari program tersebut, sehingga kalau sudah pintar, cerdas, prestasinya pasti baik. Itu yang kita harapkan. Ada yang berprestasi, itu yang kita harapkan,” jelas Jokowi.

Presiden Jokowi berpesan selain untuk pendidikan, peningkatan gizi, bantuan PHK bisa digunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“bantuan itu bisa digunakan tambahan modal, misalnya ibu-ibu ada yang jualan gorengan. Dipakai tambahan modal di situ. Jangan hanya jualan gorengan saja, tambah jualan bakso. Kalau sudah jualan bakso tambah lagi jualan nasi uduk sehingga income pendapatan keluarga menjadi naik. Ini yang kita harapkan,” pungkas Presiden Jokowi.@licom