Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Setubuhi penumpang SMU di dalam mobil, driver taxi online diadili
Hendrik Sugiyanto sopir taksi online menjalani sidang kasus pencabulan gadis dibawah umur di PN SUrabaya, Senin (21/01/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Setubuhi penumpang SMU di dalam mobil, driver taxi online diadili 

LENSAINDONESIA.COM: Hendrik Sugiyanto sopir taksi online didakwa melakukan pencabulan terhadap penumpang yang masih dibawah umur.

Pria 33 tahun itu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (21/01/2019).

Sidang yang digelar secara tertutup tersebut, Jaksa Penuntut umum (JPU) Deddy Arisandi dari kejaksaan Negeri Surabaya, menyatakan terdakwa Hendrik telah melakukan persetubuhan terhadap ANC (17) gadis kelas XII SMU, yang merupakan penumpangnya.

“Terdakwa telah merayu korban untuk melayani layaknya suami istri terhadap saksi yang masih dibawah umur, dan dilakukan di dalam mobilnya,” terang JPU Deddy.

Jaksa Deddy menjelaskan, terdakwa telah melanggar hukum terhadap anak dibawah umur, sebagai mana diatur dalam pasal perlidungan anak. “Mendakwa terdakwa dengan Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak,” tembahnya.

Atas dakwaan tersebut, Warga Tembok Dukuh Surabaya itu mengaku tidak keberatan dan menerimanya tanpa mengajukan esepsi (Pembelaan). “Saya tidak keberatan Pak Hakim, dan langsung saja,” terangnya menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Hariyanto.

Kasus tersebut bermula saat ANC yang setiap hari memesan layanan driver mobil online ke sekolah menggunakan aplikasi. Saat itu Hendrik kebetulan menjadi driver yang dipesan oleh ANC. Keduanya pun berkenalan.

Dari situlah, saat diajak ngobrol oleh terdakwa, saksi ini terbawa suasana. Lalu keduanya berbagi nomor telepon dan saat pertemuan pertama, terdakwa menawarkan jasa antar jemput kepada korban dengan harga yang murah setiap harinya. Korban pun menyetujui.

Setelah beberapa kali melakukan antar jemput, komunikasi keduanya semakin intens. Terdakwa Hendrik kemudian mengajak saksi berpacaran dan mengajaknya berhubungan badan di dalam mobil

Terungkapnya kasus persetubuhan itu bermula saat guru saksi memanggil orang tuanya. Saat itu, selama kurun waktu hampir tiga bulan saksi sering terlambat masuk sekolah dan tak jarang membolos. Korban akhirnya mengaku jika dirinya kerap terlambat karena diajak terdakwa melayani nafsu bejatnya.@rofik

Baca Juga:  Diduga diatur, PPK Dinas Pendidikan Jatim diminta hentikan tender pengadaan kain seragam SMA dan SMK