Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Israel vs Iran memanas, ini perbandingan kekuatan militernya
Ilustrasi perbandingan kekuatan militer Iran vs Irael
Global

Israel vs Iran memanas, ini perbandingan kekuatan militernya 

LENSAINDONESIA.COM: Konflik Israel vs Iran di Suriah semakin meruncing menyusul serangan jet tempur militer IDF (Pasukan Pertahanan Israel) ke markas militer Iran di Damaskus.

Perseteruan bermula saat Israel menuduh Iran mengawali tantangan perang. Menteri Intelijen Israel, Israel Katz menyatakan, bakal meningkatkan konfrontasi terbuka dengan Iran.

Pernyataan ini disampaikan tidak lama setelah militer mengatakan tembakan misil pasukan Iran dari Suriah ke wilayah Israel dengan tujuan untuk menghantam Dataran Tinggi Golan utara telah diintersepsi sistem pertahanan Iron Dome.

Sebagai respons atas serangan itu, pesawat-pesawat jet tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang sasaran militer dan sistem pertahanan udara Suriah pada Minggu malam dan Senin dini hari.

Ditantang Israel, Komandan Angkatan Udara Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengklaim pihaknya tidak sabar untuk menghancurkan negeri zionis itu. “Anak-anak muda di Angkatan Udara Iran sepenuhnya siap dan tidak sabar menghadapi rezim zionis dan melenyapkan mereka dari Bumi,” kata Nasirzadeh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

Kedua negara itu kini sedang tegang. Kekuatan militer Israel jelas tak bisa diremehkan. Namun Iran juga dikenal sebagai kekuatan terbesar di Teluk Parsi setelah Irak hancur.

Situs globalfirepower mencatat Iran ada di posisi 21 dunia, sementara Israel di posisi 15. Iran unggul dalam jumlah personel militer aktif dengan jumlah 534.000 orang ditambah 400.000 komponen cadangan. Totalnya 934.000 tentara.

Sementara Israel memiliki 168.250 personel militer aktif ditambah 550.000 personel cadangan. Totalnya mencapai 718.250 orang.

Kekuatan Darat
Israel jauh lebih unggul dalam komposisi kendaraan tempur lapis baja. Mereka memiliki 2.620 tank yang kebanyakan merupakan Tank Merkava buatan dalam negeri. Selain itu, mereka juga punya sedikitnya 10.000 kendaraan lapis baja.

Baca Juga:  Jokowi ingin bertemu dua siswa SMA penemu obat kanker

Sementara Iran hanya memiliki 1.616 buah tank. Kebanyakan merupakan tank kelas berat yang dimodifikasi industri dalam negeri Iran seperti T-72Z Safir-74. Ada juga tank era Uni Soviet seperti T-54/55, T-62 dan T-72. Untuk kendaraan lapis baja, cuma 1.315 saja.

Namun Iran unggul dalam jumlah artileri berkat 2.000 meriam medan sementara Israel cuma 300.

Kekuatan Laut
Iran yang mengklaim sebagai penjaga Teluk Persia ini jauh mengungguli Israel dengan 33 kapal selam yang dimilikinya. Tiga kapal selam kelas kilo merupakan buatan Rusia. Mereka juga sudah mampu membuat kapal selam di dalam negeri. Ada beberapa tipe antara lain Ghadir dengan bobot 120 ton dan Yugo dengan bobot 90 ton. Selain itu ada juga 3 kapal korvet, 230 kapal patroli dan 10 kapal penyapu ranjau.

Sementara Israel hanya punya 6 kapal selam, 32 kapal patroli dan 3 kapal korvet.

Kekuatan Udara
Israel unggul di sektor ini berkat 242 buah jet tempur dan 243 jumlah jet serang darat. Israel mengandalkan F-15, F-15 E Strike Eagle dan F-16 C/D/I. Yang terbaru, mereka punya 9 F-35 Lighting dan tengah memesan 50 lainnya ke Amerika Serikat.

Sementara Iran hanya punya 137 pesawat tempur dan jet serang darat dengan jumlah hampir sama. Mereka mengandalkan MiG-29 Fulcrum dan Dasault Mirage F-1. Angkatan Udara Iran juga memodernisasi F-14 Tomcat yang mereka beli tahun 1974 dari Amerika Serikat.

Tahun 2016 lalu, Iran mampu meluncurkan pesawat tempur HESA Saeqeh yang diproduksi dalam negeri. Media Iran melaporkan ada 30 unit pesawat bersayap belakang ganda ini yang siap tempur.

Faktor lain

Baik Iran dan Israel dicurigai mengembangkan nuklir dalam sistem persenjataan mereka. Perang terbuka Iran dan Israel akan sangat berpotensi berkembang menjadi perang nuklir.

Baca Juga:  Peringati HUT RI Ke-74, PUBG Mobile galang dana untuk Veteran Indonesia

Perang terbuka antara Iran dan Israel juga akan menyeret sekutu mereka ke kancah peperangan. Amerika Serikat dan sebagian besar negara NATO tentu akan mendukung Israel.

Sementara Iran akan mendapatkan dukungan dari Rusia. Turki juga kemungkinan besar bergabung setelah hubungan militernya dengan Amerika Serikat merenggang. @LI-15