Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Politisi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, dilaporkan sejumlah customer dalam kasus dugaan penipuan pembangunan kondominium dan hotel (Kondotel) PT Penta Berkat, ke Polda Jatim, Senin (21/1/2019).

Kuasa hukum para korban, Barlian Ganisha, mengatakan pembangunan Kondotel di Batu itu katanya akan dimulai pada tahun 2013 dan selesai pada 2016. Namun, hingga 2019 masih berupa tanah karena tak ada pembangunan. “Saat kami cek, ternyata belum ada pembangunan apa pun. Dalam perusahaan itu, Rachmawati menjabat Komisaris, sedangkan Direktur Utama adalah Muhammad Fadlan,” ujarnya.

Para korban yang berjumlah 30 orang mengaku tertipu dengan nominal total Rp 7 miliar. Mereka terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok tahap pertama setor Rp 400 juta sedangkan tahap 2 bayar Rp 800 juta.

Korban didampingi kuasa hukumnya melaporkan Rachmawati ke Polda Jatim melengkapi diri dengan bukti berkas perikatan jual beli, PJB, nota penerimaan uang, bukti transfer, hingga poster. “Penipuannya jelas, jual beli Kondotel yang dijanjikan PT Penta Berkat dengan kerugian di kuasa kami adalah Rp 7 miliar. Ada 30 orang, ada sebagian bayar lunas ada yang sebagian beli dua dan tiga unit. Ini per unitnya yang pertama sekitar Rp 400 juta, yang kedua Rp 800 juta,” imbuh Barlian.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya Nuning Tyas mengatakan pihaknya telah mengirim somasi kepada Rachmawati Soekarnoputri dan M Fadlan. Namun baru Rachmawati yang membalas somasi tersebut dengan mengaku justru telah melaporkan Fadlan Ke Polda Metro Jaya karena juga merasa dirugikan. Selain it, Rachmawati juga telah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

“Ibu Rachmawati melaporkan Fadlan karena berkaitan dengan perkara ini dan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar. Setelah itu, Ibu Rachmawati jawab somasi kita bahwa sudah mengundurkan diri sebagai komisaris PT Penta Berkat. Tapi surat pengunduran diri tidak disertakan dalam balasan surat tersebut,” lanjutnya.

Kendati telah mengundurkan diri, Nuning mengatakan pihaknya tetap akan melaporkan Rachmawati. “Tetap harus bertanggung jawab atas hal tersebut. Nanti pembelaannya bisa disampaikan langsung kepada penyidik,” pungkasnya. @LI-15