Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hina Nabi Muhammad, oknum polisi diganjar 2,5 tahun penjara
Aipda Saperio di ruang sidang PN Asahan, Sumataera Utara
HEADLINE

Hina Nabi Muhammad, oknum polisi diganjar 2,5 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Aipda Saperio Sahputra Parangin-angin Pinem (41) divonis 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 1 miliar, setelah dinyatakan bersalah karena memposting penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di Facebook.

Anggota Polres Asahan ini memposting tulisan yang menghina Nabi Muhammad SAW pada akun Facebook Saperio Pinem miliknya, dengan kalimat-kalimat kotor. Hal itu dilakukannya di rumah pada Kamis (23/8/2018) lalu, dengan menggunakan handphone Samsung J3 miliknya.

Postingan itu memantik kemarahan umat Islam di Asahan. Akunnya dilaporkan dan Aipda Saperio akhirnya diciduk polisi dan kasusnya disidangkan.

Hukuman terhadap Aipda Saperio dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Elfian di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Asahan, Rabu (23/1/2019). Dia dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang diancam dengan Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Menyatakan terdakwa Saperio Sahputra Parangin-angin Pinem tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sesuai dakwaan alternatif pertama,” ungkap Hakim Elfian.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka dapat diganti dengan kurungan selama 4 bulan,” sambung Hakim Elfian.

Menyikapi putusan majelis hakim, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa belum menentukan sikap. Mereka masih pikir-pikir.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU Esha Dendra yang meminta hakim menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. @LI-15

Baca Juga:  Presiden Jokowi anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Masjkur asal Jatim dan 5 Tokoh Nasional