Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Panas dihujani rudal Israel, Suriah ancam gempur Tel Aviv
Sistem pertahanan udara Suriah menangkis rudal Israel
HEADLINE

Panas dihujani rudal Israel, Suriah ancam gempur Tel Aviv 

LENSAINDONESIA.COM: Suriah mengancam akan menggunakan haknya membela diri melawan agresi Israel. Mereka mengancam akan menyerang bandara Tel Aviv sebagai respon balasan atas serangan puluhan rudal IDF (Pasukan Pertahanan Israel), kecuali Dewan Keamanan (DK) PBB mengakhiri gempuran IDF ke wilayah udara mereka.

Pemerintah Suriah sudah jengah dengan kekebalan Israel selama bertahun-tahun di langit Suriah yang gencar mengirim serangan rutin di sekitar Bandara Internasional Damaskus dengan dalih menyerang pos militer Iran.

Suriah pun mengeluarkan ancaman untuk membalas secara eksplisit. “Bukankah sekarang waktunya bagi DK PBB menghentikan agresi berulang Israel di wilayah Republik Arab Suriah?” cetus Perwakilan tetap Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari.

“Atau apakah diperlukan menarik perhatian pembuat perang di Dewan ini dengan menggunakan hak kami yang sah untuk membela diri dan menanggapi agresi Israel di Bandara Sipil Internasional Damaskus dengan cara yang sama di Bandara Tel Aviv?,” ancamnya seperti dikutip dari RT, Rabu (23/1/2019).

Bashar al-Jaafari menuduh Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat mendukung agresi Israel dalam setiap tindakan militer di wilayah Suriah. Diplomat top Suriah itu mengungkapkan rencana mengembalikan kedaulatan penuh atas wilayah yang hilang, termasuk Dataran Tinggi Golan yang terus diduduki Israel. “Kedaulatan restorasi Golan Suriah yang diduduki adalah hak permanen Suriah yang tidak tunduk pada negosiasi,” tegasnya.

Perlu diketahui, awal pekan ini sistem pertahanan udara Suriah menangkis rentetan serangan empat pesawat jet tempur F-16 Israel. Menurut militer Rusia, sebanyak tujuh rudal dari jet-jet tempur rezim Israel ditembak jatuh.

Kementerian Luar Negeri Suriah memberi tahu PBB bahwa serangan udara Israel hanya mungkin dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat. Mereka juga menuduh serangan ini bisa dilakukan karena adanya kekebalan yang diam-diam disetujui beberapa anggota DK PBB lainnya. “Serangan semacam itu hanya mungkin terjadi berkat dukungan tak terbatas yang diberikan Amerika Serikat,” tadas Kemlu Suriah dalam sebuah surat yang dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden DK PBB. @CNN/LI-15