Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya melumpuhkan dua pelaku jambret dengan tembakan di bagian kaki.

Tindakkan tegas itu dilakukan setelah dua pelaku yakni, Dayat Topik (22) warga asal Desa Sumbermiri, Lengkong, Nganjuk dan Widjanarko (20) warga Jl Dupak Bangunrejo, Surabaya melawan dan membahayakan petugas saat akan ditangkap pada Minggu (20/01/2018) Dini hari.

Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, keduanya diketahui telah beberapa kali melakukan penjambretan di wilayah hukum Polsek Tegalsari sebelum melakukan penjambretan handphone milik Misurn (korban) pedagang sayur yang sedang menum kopi di Mini Market Jl Dinoyo.

“Tersangka ini mencari sasaran secara mobile, saat berada di depan Mini Market Jl Dinoyo, tersangka melihat korban yang sedang ngopi, DT yang berperan sebagai Joki, menyuruh W, untuk melakukan eksekusi,” terang David di Mapolsek, Kamis (24/01/2019).

Korban yang sempat melawan, langsung meneriaki Jambret didengar anggota yang sedang melakukan Kring serse dan melakukan pengejaran hingga tertangkap di Jl Majapahit. “Saat itu anggota kami langsung melakukan pengejaran, dan berhasil menangkap kedua tersangka,” tambah David.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin menambahkan, kedua tersangka merupakan mantan anak Punk, dan telah melakukan beberapa kali aksi pencurian motor.

“Sebelum melakukan pencurian di Jl Dinoyo, kedua tersangka ini telah melakukan penjambretan ponsel di Jl Pandeling,” tambahnya.

Abidin menegaskan, pihaknya terpaksa memberikan tindakan tegas terhadap keduanya, karena saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan yang sangat membahayakan petugas.

“Karena membahayakan petugas, dengan sangat terpaksa kami lakukan tindakan tegas terarah (tembak kaki), sehingga keduanya dapat diamankan tanpa perlawanan,” pungkas Abidin.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti motor Suzuki Satria F150 hitam L 5489 BE yang dijadikan sarana dan 1 unit Ponsel milik korban.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, petugas menjerat kedua tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dan diancam pidana maksimal 7 tahun penjara.@rofik