LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berjanji akan memperkarakan penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

Menurutnya, media yang disebar di masjid-masjid dan pondok pesantren itu memuat informasi yang merugikan pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Secara detail kami belum baca, tapi dapat informasi katanya merugikan kami, nanti jika terbukti (merugikan) kami akan melaporkannya secara hukum,” ujarnya selepas Deklarasi Rumah Bersama se- Garut Utara, Jawa Barat di Lapangan Alun-alun, Limbangan.

Menurutnya, penyebaran informasi menjelang perhelatan pilpres dan pileg yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April mendatang, seharusnya tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Saya juga minta jangan suka sebar berita hoak atau bohong,” ujar anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ini.

Penyebaran tabloid itu di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, sengaja dilakukan pihak tertentu untuk memperkeruh masalah, sehingga diharapkan aparat bertindak aktif melakukan penyelidikan, untuk merespon kondisi itu.

“Jangan diskriminatif dan tebang pilih, jangan karena dianggap musuh pemerintah tidak ditanggapi, mohon hukum ditegakan seadilnya,” pinta dia.

Seperti diketahui, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah gundah terhadap penyebaran tabloid ‘Indonesia Barokah’, upaya ini layaknya ‘Obor Rakyat’ saat menyerang Jokowi, pada Pilpres 2014.

Hasil temuan sementara, tabloid itu ditemukan beredar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat plus Banten.

Tabloid itu disebar melalui PT Pos Indonesia ke masjid-masjid dan pondok pesantren.

Namun, hasil penyelidikan sementara, tabloid itu tidak berisi hasutan, berita hoaks atau bohong, Bawaslu Blora misalnya memutuskan Indonesia Barokah tak mengandung unsur pidana pemilu.

Karena itu, Bawaslu tidak akan membatasi peredaran tabloid tersebut, namun peredarannya tetap dipantau.

Saat ini, tabloid berisi 16 halaman ini juga telah beredar di sejumlah wilayah di Jawa Timur.@LI-13