Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pedangdut Sisca Dewi, pelakor yang dihukum penjara
Penyanyi Dangdut Sisca Dewi menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018). FOTO: kumparam
HEADLINE JAKARTA

Pedangdut Sisca Dewi, pelakor yang dihukum penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Perkara dugaan pemerasan dengan modus orang ketiga atau perebut lelaki orang (pelakor) yang menyeret pedangdut Sisca Dewi menyita perhatian publik.

Bukannya untung, pelantun lagu ‘Selingkuh Lagi’ tersebut, kini malah mendekam di bui.

Ya, Majalis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan menghukum Sisca Dewi dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Sisca

Sisca Dewi terbukti secara sah, bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan menginformasikan transmisi elektronik yang memiliki muatan pengancaman sebagai perbuatan pengancaman yang berlanjut.

Atas perbuatannya, dia tak hanya dihukum penjara tetapi didenda Rp500 juta. Jika denda tidak dibayarkan, maka hukumannya ditambah 3 (tiga) bulan.

Menurut Pakar psikologi Tika Bisono, kehadiran orang ketiga yang bermuatan unsur kriminal sudah seharusnya diseret ke meja hijau.

“Aparat kepolisian tidak segan masuk ke ranah tersebut, karena jelas-jelas memenuhi unsur pidana,” ujar Tika dalam pesan tertulisnya, Kamis 24 Januarii 2019.

Praktik pemerasan Sisca Dewi terbeber dalam persidangan. Salah satunya dari kesaksian sahabat Sisca yang bernama Patrika Susana, mantan Wakil Ketua Umum Bidang Kesra dan Perempuan, Partai Hanura.

Anggie dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum. Kesaksian dia sekaligus menyingkap tabir jebakan-jebakan yang dilakukan Sisca terhadap banyak laki-laki di rumahnya yang kosong.

Kelakuan pedangdut yang sudah beberapa kali melakukan operasi plastik itu, menurut Anggie membuat partainya tercemar. “Banyak laporan masuk terkait perilaku terdakwa. Saya tahu karena saya membidang Kesra dan Perempuan,” kata dia.

Anggie mengutarakan, suatu pagi, saat teman sesama pengurus DPP Partai Hanura, usai salat subuh menghubungi dan minta ditemani ke rumah Sisca.

“Yang saya heran, mengapa minta saya antar? Di situ dia bilang tidak enak datang sendiri, karena rumah terdakwa kosong, bahkan tidak ada pembantu,” ujar Anggie mulai membuka praktik jebakan yang dipasang terdakwa.

Baca Juga:  139 perusahaan diapresiasi Pelindo III di “Malam Penganugerahan Pelanggan Pelindo III Sinergi Bersama Membangun Negeri”

Akhirnya Anggie pun menemani temannya ke rumah terdakwa. Di situlah Anggie sempat melihat ranjang di salah satu kamar penuh dengan taburan bunga di atas seprei.

Tak lama kemudian, ia pun mendapat banyak cerita dari teman laki-laki yang pernah diajak terdakwa ke rumahnya. Ada yang berhasil masuk kamar, ada yang tidak. Yang masuk jebakan, dan berhasil difoto oleh terdakwa, bisa dipastikan akan menjadi korban pemerasan.

Korban Lain

Sementara itu, ibu kandung Sisca Dewi membenarkan anaknya pernah menikah dua kali.

“Pernah nikah resmi di KUA sama Iwan Ibrahim. Dua anak Iwan datang, juga ibu dan saudaranya,” kata Nehruwati di PN Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Waktu di persidangan menjadi saksi Desember 2018 lalu.

Lanjut Nehruwati, dengan Iwan, Sisca Dewi pun sempat lebih dulu merajut rumah tangga bersama seorang hakim bernama Sudarto.

“Sebelum sama Iwan, pernah menikah sama Hakim Sudarto, ada foto dan dokumentasinya,” ucap Nehruwati.

Iwan Ibrahim mantan pejabat BNN (Badan Narkotika Nasional) menikah siri dengan Sisca Dewi. Kejadian itu berujung tragis. Keluarga berantakan. Sementara pernikahan dengan Sisca pun hanya bertahan tiga bulan.

Sementara yang kasus pernikahan dengan Hakim Sudarto, lebih tragis dan miris lagi. Hakim di PN Jaksel itu terjerat Sisca Dewi hingga mengorbankan anak-istrinya. Keputusan menikahi Sisca terbukti sebuah kesalahan besar. Hidupnya hancur sampai akhirnya struk dan akhirnya meninggal dunia.

Bahkan dalam praktik pemerasan dengan menjalankan aksi sebagai ‘pelakor’, terungkap Sisca Dewi memakai guna-guna ‘bulu perindu’.@rofik