Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Buku LensaIndonesia.com “Kembalikan Harum Citarum” diluncurkan,  Doni Monardo ajak masyarakat sadar ancaman bencana
HEADLINE

Buku LensaIndonesia.com “Kembalikan Harum Citarum” diluncurkan, Doni Monardo ajak masyarakat sadar ancaman bencana 

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo berencana akan menerapkan pola penanganan kerusakan akut ekosistem Sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, dengan memprioritaskan sosialisasi merubah mainset di masyarakat agar punya kesadaran mencegah resiko terburuk sebelum terjadi bencana, ke program BNPB. Sehingga, dapat menekan jumlah korban di setiap terjadi bencana.

“Saya sudah melaporkan ke Bapak Presiden (Jokowi) untuk memaksimalkan program sosialisasi bagaimana masyarakat sadar dan memahami bencana alam yang bisa datang sewaktu-waktu. Ini demi mencegah agar setiap terjadi bencana tidak menelan korban lebih besar,” kata mantan Pangdam III/ Siliwangi saat memberi sambutan usai peluncuran buku paparan telisik jurnalistik “Kembalikan Harum Citarum” sebagai pamungkas rangkaian acara HUT BNPB ke 11, di Gedung Pusdiklat BNPB, Sentul, Bogor, Jumat (25/1/2019).

Doni menyontohkan, banyaknya bangunan di lahan kemiringan di dataran tinggi di daerah-daerah di Indonesia, termasuk mengubah spesies tanaman pohon yang akarnya berfungsi menyerap air hujan dan mencegah longsor, dengan tanaman sayur semusim seperti yang terjadi di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, dipastikan suatu saat tidak bisa menghindar dari bencana.

“Tinggal tunggu waktu terjadi bencana longsor yang akan menelan korban seperti yang banyak terjadi belakangan,” kata mantan Sesjen Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) dan Pangdam III/ Siliwangi ini. Ia juga akan mengembangkan penyebaran tanaman vetiver jenis spesies flora yang akarnya berfungsi mencegah terjadinya erso dan longsor.

Jenderal bintang tiga ini juga mengigatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya menjaga “hablum minal alam” demi kelestarian karunia alam. Sekaligus, menyadari bahwa di balik karunia potensi alam Indonesia, namun rentan bencana karena posisinya berada di antara lempengan bumi yang memiliki rotasi bencana, termasuk memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif.

Baca Juga:  Khofifah siapkan rusun dan biaya operasi wajah bayi Pandu pengidap Hydrocephalus

“BNPB mengagendakan aktif mengandeng para peneliti. Kita akan rutin melakukan pertemuan dengan para peneliti, untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan dan kapan akan terjadi bencana alam,” kata Doni.

INTEGRASI HADAPI BENCANA

Sebagai kepala BNPB yang menjabat baru satu bulan, Doni mengaku juga akan memaksimalkan pola teritegrasi dalam menghadapi bencana seperti yang sudah diterapkan dalam menangani kerusakan ekosistem DAS Citarum, hingga Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Kerusakan Ekosistem DAS Citarum dengan sistem satu komando.

Mantan Danjen Kopassus ini juga menyampaikan terima kasih kepada almarhum Sys NS pegiat kebudayaan yang menggagas dibukukannya prajurit TNI Kodam Siliwangi saat ia menjabat Pangdamnya bergerak secara tersistem untuk total menangani persoalan pemulihan ekosistem yang rusak akut akibat pencemaran limbah dan sampah domestik puluhan tahun, hingga Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No 15 Tahun 2018.

“Tapi beliau meninggal. Untuk menghormati beliau, saya tidak bisa menolak ketika diminta ijin kawan-kawan jurnalis untuk mewujudkan gagasan Mas Sys. Saya terima kasih,” kata jenderal bintang tiga kelahiran Cimahi, Jawa Barat mengapresiasi terbitnya buku “Kembalikan Citarum Harum” setebal 380 halaman hasil paparan telisik jurnalistik tim jurnalis yang dirangkum Joko Irianto Hamid, Pemred LensaIndonesia.com.

Hampir seluruh Komandan Sektor (Dansektor) Satuan Tugas (Satgas) pemulihan ekosistem DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum dari Kodam III Siliwangi bentukan Doni Monardo semasa menjabat Pangdam di Jawa Barat hadir di acara itu. Para Dansek ini bagian dari 22 perwira menangah berpangkat kolonel , dan disebar membawahi wilayah DAS Citarum yang melintasi 12 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Di antara Dansek ini termasuk narasumber krusial buku “Kembalikan Harum Citarum”. Para Dansek ini penggerak garda terdepan –menata ekosistem– dalam mewujudkan target 7 tahun revitalisasi total kerusakan dan pencemaran DAS Citarum yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak awal 2018. Para Dansek –berseragam prajurit Maung Siliwangi– yang duduk berkelompok di tengah sekitar 400 undangan yang hadir di HUT BNPB ini, sempat mengundang perhatian saat mereka serempak berdiri ketika diperkenalkan Letjen TNI Doni Monardo.

Baca Juga:  Star Pro kenalkan edukasi industri finansial pada masyarakat Surabaya

“Saya ucapkan terima kasih kepada para Komandan Sektor yang hadir di acara ini,” kata mantan Pangdam III Siliwangi saat memperkenalkan para pelaku sejarah terdepan terkait pemulihan kerusakan ekosisten DAS Citarum dalam satu komando.

Pimpinan produksi buku “Kembalikan Harum Citarum” Esa Catur Setiawan saat menyampaikan testimoni di depan undangan, menegaskan penulisan buku ini buka hanya sebagai penghargaan terhadap gagasan-gagasan besar Letjen TNI Doni Monardo dalam menyelamatkan Citarum sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat, yang dijuluki internasional sebagai sungai terkotor sedunia, dan cukup merendahkan martabat bangsa.

Sebagai papaparan karya jurnalistik dengan mewawancarai berbagai narasumber dan menelisik di kondisi di lapangan, lanjut Esa, sekaligus untuk mendokumentasikan peristiwa bersejarah Kodam III Siliwangi sebagai solusi penanganan DAS Citarum yang selama puluhan tahun terkendala mengedepankan ego sektoral, hingga kerusakan ekosistem justru semakin parah.

“Kami tim penulis sempat tercengang ketika mengikuti kegiatan Pak Doni mengumpukan masyarakat di kaki Gunung Wayang sampai jam dua (dini hari), untuk sosialisasi pemulihan ekosistem hulu Citarum,” kata Esa tentang sang pelopor lahirnya Satgas (Satuan Tugas) “Kembalikan Harum Citarum” yang sewaktu menjadi Pangdam Pattimura dikenal sebagai pencanang program program ‘Emas Biru dan Emas Hijau’. Suatu program pemberdayaan masyarakat Maluku dalam membudidayakan hasil laut (Emas Biru) dan pembibitan (Emas Hijau).

Para undangan yang hadir masing-masing mendapatkan buku “Kembalikan Harum Citarum”. Di antara Undangan HUT BNPB ke 11 ini, nampak Jenderal Pol (Purn) Budi Waseso berseragam Pramuka karena sebagai Ketua Kwarnas Pramuka, dan mantan Kepala BNPB Syafi’i Ma’arif. Juga dari kalangan stakeholder, pegiat lingkungan, akademisi, dan jajaran BNPB. @licom_09

Foto:
Pimpinan Produksi buku paparan telisik jurnalistik LensaIndonesia.com “Kembalikan Harum Citarum”, Esa Catur Setiawan menyerahkan buku yang baru diluncurkan sebagai kado HUT BNPB ke 11 kepada Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. @dok.licom

Baca Juga:  Sidang pengusaha serobot tanah rakyat 20Ha, 5 Kades akui jual ke Puskopkar Jatim