Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MUI Jombang: Jangan terprovokasi peredaran Tabloid Indonesia Barokah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, KH Cholil Dahlan. FOTO: Obi-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

MUI Jombang: Jangan terprovokasi peredaran Tabloid Indonesia Barokah 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang himbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi maraknya peredaran Tabloid Indonesia Barokah secara misterius di Masjid dan Pondok Pesantren.

Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan menduga peredaran tabloit itu memiliki motif politis dan tujuan-tujuan tertentu untuk membuat gaduh kehidupan bermasyarakat

Cholil Dahlan mengakui dirinya belum membaca tabloit yang bersisi propaganda politik salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tersebut. Namun, kata dia, berdasarkan informasi yang berkembang, tabloid tersebut diterbitkan memang untuk tujuan politis.

Untuk itu, ia meminta para imam masjid dan pihak-pihak pondok pesantren agar lebih bijak dalam bersikap.

“Jika itu ada manfaatnya boleh diteruskan kepada ummat, tapi jikalau banyak madharatnya maka seyogyanya disimpan saja. Karena kita diharuskan untuk ‘Tabayyun’ atau klarifikasi terkait berita yang dibawa itu tentang kebenarannya. Termasuk orang yang membawa berita atau informasi agar tidak membawa dampak kegaduhan di masyarakat,” tutur Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan ini, Jombang ini, Sabtu (26/01/2019).

Di lain pihak, Bawaslu Kabupaten Jombang juga meminta pihak terkait untuk menghentikan peredaran tabloid tersebut.

“Kita mendapat instruksi dari Bawaslu Provinsi Jatim untuk mencegah peredaran tabloid tersebut dan jika ada laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang ada,” ungkap Komisioner Bawaslu Jombang, David Budianto.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencegah peredaran tabloid tersebut. Baik yang beredar melalui cetak maupun yang beredar melalui elektronik. Jika ada yang melapor, segera kita tindak lanjuti sesuai peraturan perndang-undaangan yang berlaku,” pungkasnya.@Obi