Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gara-gara tak punya uang untuk membeli narkoba jenis sabu, Rahmat Hidayat warga Jl Kaliasin Surabaya nekat mencuri telepon selular (ponsel). Alhasil, pemuda 25 tahun tersebut pun berurusan dengan polisi.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin mengatakan, pelaku melakukan pencurian ponsel milik Hanif, warga Jl Kampung Malang VI, Surabaya dengan cara membobol pintu belakang rumah.

Karena rumahnya dimasuki pencuri, korban lantas melapor ke pihak kepolisian.

“Setelah menerima laporan pencurian, kami lakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengarah terhadap tersangka. Berbekal keterangan saksi dan bukti dilapangan, kami langsung mengamankan tersangka dan melakukan penggeledahan di rumahnya,” terang Abidin.

Hasil dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan barang bukti dua unit Ponsel milik korban. “Pencurian dilakukan saat subuh. Barang bukti tersebut, rencananya akan dijual oleh tersangka,” tambahnya.

Disinggung dugaan barang hasil curian digunakan untuk membeli sabu, Abidin membenarkan. “Hasil test urinenya memang positif, dan tersangka berencana menjual hasil curiannya untuk membeli sabu dan bayar hutang,” ujarnya.

Sementara, tersangka mengaku sakit hati terhadap korban, karena sering diejek dan dibilang “tuek” (tua). “Saya sakit hati, karena sering diejek dengan panggilan tuek,” ujarnya singkat.

Hasil dari pemeriksaan petugas, didapat keterangan bahwa tersangka sebelum melakukan aksi pencurian sering mengkonsumsi sabu.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti dua unit ponsel. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP danduancam pidana maksimal 7 tahun penjara.@rofik