LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan soal pentingnya membentuk organisasi berhaluan moderat.

Hal itu ia sampaikan dalam tauziahnya di perayaan Hari Lahir Ke-73 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/01/2019).

Pada kesempatan itu Said Aqil menyandarkan prinsip moderasi tersebut pada Surat al-Baqarah 143 yang menyebut secara eksplisit “ummatan wasathan”. Ia memaknai frasa tersebut dengan umat yang moderat, yang memiliki peran besar di masyarakat, baik di bidang agama, ekonomi, kesehatan, sosial, dan politik.

“Peran agama harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA (kantor urusan agama), menteri agama, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU (nanti dianggap) salah semua: nanti banyak (tuduhan) bid’ah kalau selain NU. Ini bid’ah nanti. Tari-tari sufi (dituduh) bid’ah nanti,” terangnya.

Ia juga mendorong kader Muslimat NU untuk aktif berperan di bidang ekonomi guna membangun kesejahteraan masyarakat. Kiai Said mengaku bangga dengan adanya koperasi-koperasi Muslimat NU di berbagai daerah.

Said Aqil menegaskan, bahwa dalam Al-Qur’an tidak disebutkan Nabi Muhammad membentuk umat Islam. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membentuk suatu organisasi yang bernama ummatan wasathan (umat yang moderat).

Menurut Kiai Said, perintah membentuk umat yang moderat itu supaya umat memiliki peran dan berkualitas.

“Muslimat keren tidak? Hebat tidak? Berperan?” Tanya Kiai Said yang kemudian langsung dijawab oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan keren dan baik.

Kiai Said mengemukakan bahwa terdapat sejumlah peran yang harus dikembangkan oleh umat yang moderat.

Pertama, peran agama. Menurutnya, NU sudah seharusnya menguasai berbagai kegiatan dan jabatan keagamaan, seperti khotbah, imam masjid, dan kepala KUA. Sebabnya, jika NU tidak memegangnya, maka segala praktik keagamaan yang telah berlangsung di Indonesia disalahkan.

“Kalau dipegang selain NU salah semua,” ucapnya disambut dengan tepuk tangan peserta Harlah.

Selain peran agama, NU juga harus berperan dalam akhlakul karimah, ekonomi, dan politik.@Li-13