Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga (SPPN) memprotes karena namanya dikaitkan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki Pertamina Patra Niaga (SP AMT PPN).

Protes tersebut mencuat lantaran aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh mantan karyawan AMT PT Garda Utama Nasional (PT GUN).

Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga Dinda Rizki Lubis mengatakan, alasan pihaknya memprotes pencatutan nama tersebut dikarenakan pekerja yang tergabung dalam SP AMT PPN bukanlah pekerja PT Pertamina Patra Niaga. Sedangkan SPPN menegaskan tak ada kaitan dengan aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan mantan AMT PT GUN sebagai perusahaan penerima pemborongan pekerjaan (P4).

“Kami sangat keberatan nama PT Pertamina Patra Niaga dikaitkan oleh Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki atau SP AMT PPN yang mengaku dan memakai nama PT Pertamina Patra Niaga saat aksi penyampaian aspirasi. Padahal, SPPN tak terlibat dalam aksi tersebut. Untuk itu, teman-teman eks pekerja PT GUN jangan menggunakan nama Pertamina Patra Niaga lagi,” tandas Dinda Rizki Lubis dalam keterangan resmi yabg diterima Lensaindonesia.com Sabtu (26/01/2019).

Ia menambahkan, klarifikasi ini bertujuan untuk menjawab kesimpangsiuran informasi di media sosial bahwasanya yang menggelar unjuk rasa tersebut piham Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki PT Pertamina Patra Niaga dan menuntut diperkerjakan.

“Anggota serikat kami masih bekerja semua, jadi buat apa kami menuntut dipekerjakan kembali, aksi itu dilakukan mantan atau eks AMT PT GUN,” tegasnya.

Mantan karyawan AMT yang berdemo, lanjutnya, bukan anggota Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga, sebab mereka pekerja PT GUN.

“Ada indikasi ex AMT tersebut mengatasnamakan Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga. Untuk itu, Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga menyesalkan tindakan ex AMT PT GUN itu,” imbuhnya Dinda.

SPPN telah mengajukan surat keberatan kepada Kepala Sudinaker Jakarta Utara di bulan Desember 2018 lalu. Hal tersebut agar Sudinaker Jakarta Utara bisa melakukan upaya untuk merevisi atau membatalkan penggunaan nama Pertamina Patra Niaga oleh SP AMT PPN tersebut.@Rel-Licom