Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PT Garda Utama Nasional  (GUN) siap menerima mantan pekerja awak mobil tangki (AMT) untuk bekerja kembali.

Langkah ini merupakan itikad baik atas tuntutan yang disampaikan mantan pekerjanya. Dengan ini, PT GUN berharap niat baik tersebut disambut baik oleh mantan pekerjanya.

“PT GUN membuka kesempatan kepada mantan karyawan AMT untuk melamar pekerjaan kembali sesuai dengan persyaratan & prosedur yang berlaku. Dokumen kami tunggu 21 hari terhitung hari Kamis lalu. Semoga itikad baik kami direspon positif,” ujar  Rudi Bratanusa, Direktur  PT GUN dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Minggu (27/01/2019).

Tawaran tersebut disampaikan saat pertemuan yang dihadiri perwakilan PT GUN, Disnaker Jakut, Kementrian Sekretariat Negara, Kementerian Tenaga Kerja, dan perwakilan mantan AMT waktu lalu.

Kesempatan itu disampaikan PT GUN menyusul aksi di Jalan Medan Merdeka, Kompleks Istana Negara di Jakarta yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan buruh awak mobil tangki Pertamina.

Namun, tawaran tersebut diabaikan oleh perwakilan mantan pekerja PT GUN. Mereka menuntut dipertemukan langsung dengan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga. Mereka bertahan pada tuntutan sebelumnya, yakni ingin menjadi buruh tetap PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Elnusa Petrofin.

Dari perwakilan PT GUN menegaskan, mereka sudah mantan karyawan PT GUN yang tidak ada hubungannya dengan PT PPN ataupun PT Elnusa Petrofin.

“Mereka dulu memang diperkerjakan PT GUN di fasilitas milik PT PPN.  Kini, sebagai bentuk itikat baik, PT GUN membuka lowongan kerja kembali untuk mereka,” ucapnya.

Ia memaparkan, aksi tersebut titik kaitnya pada masalah hubungan kerja antara PT Guna Utama Nasional dengan karyawannya.

“Ini masalah antara karyawan dengan perusahaan, sebenarnya pihak perusahaan telah melakukan berbagai macam upaya untuk dapat memperbaiki hubungan kerja,” paparnya.

Akhirnya, perusahaan tak bisa menghindar untuk memutuskan hubungan kerja (PHK). Keputusan itu terpaksa diambil sebab antara hak dan kewajiban tidak berjalan semestinya.

Dalam proses PHK tersebut, PT GUN melewatii seluruh tahapan sebegaimana diatur dalam peraturan perusahaan, UU ketenaga kerjaaan dan peraturan-peraturan lain terkait tenaga kerja.

“Kami (PT GUN, Red), sudah melaksanakan kewajiban terhadap mantan karyawan kami terkait dengan PHK tersebut,” tutupnya.@Rel-Licom

Foto (ist): ilustrasi mobil tangki Pertamina