Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini cara Pakde Karwo hadapi revolusi industri 4.0
Acara Seminar Nasional Kompetensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0 yang digelar IKA Undip Semarang bersama Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (29/01/2019). FOTO: sarifa-licom
EKONOMI & BISNIS

Ini cara Pakde Karwo hadapi revolusi industri 4.0 

LENSAINDONESIA.COM: Era revolusi industri 4.0 menuntut pembaharuan untuk banyak hal, dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM). Tak hanya SDM unggul dan handal, tapi juga memiliki skill atau keahlian sesuai kebutuhan dunia industri.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur di masa kepemimpinan Gubernur Soekarwo mendorong dengan pendidikan vokasi untuk menjadi solusi dalam mengatasi hal itu.

“Di bidang vokasi ini, selain moratorium SMK di Jatim, kami juga mendorong link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusannya menjadi tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan industri,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di acara Seminar Nasional Kompetensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (29/01/2019).

Menurutnya, link and match ini dilakukan dengan menyelaraskan kurikulum, pembentukan komite perdagangan, uji kompetensi bersama, pelatihan guru produktif serta tenaga ahli yang diperbantukan di SMK. Melalui langkah konkret ini, diharapkan para lulusan SMK memiliki wawasan dan sikap kompetitif seperti etika kerja, motivasi capaian dan penguasaan materi.

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan program filial antara pendidikan SMK dengan perguruan tinggi, seperti bidang teknologi dan rekayasa yang bekerjasama dengan ITS Surabaya. Kemudian, program partnership SMK dengan luar negeri seperti  pelatihan tenaga pendidik dan siswa SMK di bidang teknologi dan rekayasa dengan Jepang dan China.

Program kerjasama ini termasuk sinkronisasi kurikulum pendidikan SMK dan sertifikasi internasional dan Training of Trainers (TOT) pemagangan industri.

“Kami juga membuat program pengampu SMK swasta, jadi satu SMA negeri rujukan mengampu empat SMK swasta, dimana di Jatim SMK pengampu ini terdiri dari 296 SMK negeri dan 128 SMK swasta,” kata Pakde Karwo (sapaan akrab gubernur).

Baca Juga:  Modal Rp8 juta, mahasiswa Unipra ciptakan mesin penghacur sampah dilengkapi safety sensor

Untuk meningkatkan standardisasi lulusan SMK di Jatim, Pemprov Jatim juga membentuk 320 SMK Lembaga Sertifikasi Profesi-1 (LSP-1), melakukan sertifikasi kompetensi bagi 80 ribu siswa SMK, assessor LSP-1 bagi 1.500 guru produktif SMK dan melakukan uji kompetensi terhadap 1.600 guru produktif SMK.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga melakukan kemandirian dalam pengelolaan keuangan SMK dengan membentuk SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat ini di Jatim ada 20 SMK mandiri dan berdaya saing. Dengan sistem ini, maka pendapatan SMK tersebut dapat menjadi remunerasi bagi guru-gurunya.

“SMK BLUD ini misalnya SMK bidang otomotif dapat membuka bengkel untuk masyarakat umum yang lokasinya di pinggir jalan, jadi sekaligus mengajari siswa SMK berinteraksi dengan pasar dan melayani konsumen,” imbuh gubernur yang bakal mengakhiri masa tugasnya per 12 Februari mendatang.

Sementara, Agung Setiya Budhi selaku moderator dalam acara seminar tadi menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan keniscayaan. Dari seminar ini pihaknya ikut berpartisipasi mencari masukan dan ide untuk menghadapi revolusi industri tersebut.

“Kalau bisa dibilang industri 4.0 merupakan sebuah takdir, dari sini kita mencari masukan-masukan serta ide-ide untuk menghadapi era itu,” jelas Agung Setiya Budhi yang juga Direktur Utama PT Gresik Cipta Sejahtera.

Agung mencontohkan penerapan industri 4.0 di bidang perusahaan adalah membuat sistem informasi yang terintegrasi dan itu telah diterapkan di perusahaan yang dipimpinnya, yakni PT Gresik Cipta Sejahtera.

Perusahaan ini merupakan grup Petrokimia Gresik bergerak di bidang perdagangan umum, bisnis pupuk, bahan kimia, angkutan dan pergudangan. Disini mereka membuat sistem informasi yang disebut ERPuntuk pengintegrasian seluruh komponen perusahaan.

“Kami juga membuat jaringan ke konsumen, house to house menjaring konsumen kita sampai ke desa-desa, yang mempunyai 1550 kios di seluruh Indonesia. Tujuan utama untuk sistem dan kontrol, selain itu juga untuk meraih konsumen,” tandasnya.

Baca Juga:  Dosen UI kembangkan model pemberdayaan berbasis 'mobile' penguatan basis data masalah Kesejahteraan sosial di Depok

Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumnin Universitas Diponegoro (IKA Undip) Semarang ini dihadiri sekitar 260 orang alumni Undip di wilayah Jatim dan sekitarnya.

Dalam seminar ini juga dilakukan diskusi panel dengan narasumber Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam, Ketua DPP IKA Undip yang juga Dirut Bank Tabungan Negara Maryono serta Dirut PT Quantum HRM Internasional Pribadiono.@sarifa