Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyinggung nama Ratna Sarumpaet di sela sambutanya di acara deklarasi dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro di Gedung PPI Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (03/02/2019).

Jokowi mengapresiasi keberanian aktivis Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya baha dirinya telah dianiaya di Bandung.

“Saya sampaikan apa adanya, saya acungi jempol pada Mbak Ratna Sarumpaet ngomong apa adanya,” katanya.

Menurut Jokowi, berita bohong (hoax) itu tidak akan tersebar ke publik jika tidak dijadikan alat politik. Jokowi merasa penyebar berita hoaks tersebut menginginkan dirinya terkesan melakukan kriminalisasi terhadap Ratna.

“Maunya sebetulnya apa? Nuduh kita kriminalisasi itu saja sebetulnya arahnya,” ujarnya.

Jokowi bersyukur kasus tersebut segera terkuak ke publik. Di samping itu, masyarakat semakin cerdas dalam memilah berita hoaks meski kebohongan-kebohongan semakin marak.

“Masyarakat sekarang ini cerdas dan pintar-pintar. Dipikir masyarakat masih bodoh-bodoh,” pungkas dia.

Kasus ini bermula saat foto muka Ratna yang babak belur tersebar melalui media sosial pada Oktober 2018.

Narasi yang beredar saat itu Ratna dihajar beberapa orang saat berada di Bandung, tepatnya di Bundaran Husein Sastranegara pada 21 September 2018.

Prabowo Subianto bahkan menggelar jumpa pers untuk menyatakan penyesalannya atas penganiayaan yang menimpa Ratna.

Belakangan, Ratna menyatakan bahwa penganiayaan itu sebuah kebohongan yang ia sampaikan pada keluarganya. Kemudian, kebohongan itu tersebar di media sosial melalui sejumlah akun. Padahal, muka Ratna lebam akibat operasi plastik.@LI-13