Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Suudi (58) warga Jl Dinoyo Baru, Surabaya tega menyiram wajah Tjahjawati, tetangganya dengan air keras atau cairan Asam klorida, Minggu sore (03/02/2019) .

Akibatnya, perempuan 61 tahun tersebut mengakami luka bakar serius di bagian wajah dan lidahnya. Traggisnya, Tjajawati juga mengalami buta permanen.

Kasus ini ditangani Polsek Tegalsari Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin mengungkapkan, kejadian ini dipicu cekcok mulut antara korban dan pelaku masalah seekor kucing.

“Kasus ini dipicu hal sepele. Dimana kucing peliharaan korban sering mondar-mandir di depan rumah pelaku. Karena tidak suka, pelaku kerap menyiram kucing peliharaan korban dengan air,” katanya, Senin (04/02/2019).

Karena tidak terima kucingnya disisiram, Tjahjawati dan anaknya Dovi Santoso (35) akhirnya menegur pelaku. Dan cekcok antara kedua pihak pun tidak terhindarkan.

“Cekcok itu membuat Suudi emosi. Ia (pelaku) tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya mengambil cairan air keras dan langsung disiramkan ke muka Tjahjawati. Percikan air keras juga mengenai mata Dovi Santoso,” ungkap Abidin.

“Akibat disiram air keras itu Tjahjawati mengalami luka bakar di muka dan lidahnya. Korban juga mengaku tidak bisa melihat (buta). Sementara korban Dovi yang juga terkena siram air keras juga mengalami luka di bagian mata, namun tidak separah ibunya. Masih bisa melihat, meski samar-samar,” ujar Abidin.

Sementara itu, hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, korban Tjajawati mengalami kerusakan cukup parah di matanya hingga buta permanen.

Dari penggeledahan di rumah Suudi, polisi menyita barang bukti air keras (HCL) 32 % yang dikemas dalam botol dan jerigen.

Usai menjalani pemeriksaan, penyidik menetapkan Suudi sebagai tersangka.

“Dari keterangan saksi-saksi, visum dan barang bukti yang disita, statusnya langsung kami tetapkan tersangka,” kata Abidin.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP dan diancam pidana maksimal 7 tahun penjara.

Saat ini korban telah dirujuk ke RS Haji Surabaya untuk menjalani perawatan.@rofik