Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Musisi Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Medaeng Sidoarjo usai menjalani sidang pembacaan dakwaan perkara vlog ujaran kebencian ‘idiot’ kepada demonstran Koalisi Bela NKRI di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (07/02/2019).

Dhani sementara ditahan di Rutan Medaeng berdasarkan penetapan hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang sudah dipegang oleh jaksa.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra ini menjalani ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta sebagai terpidana kasus ujaran kebencian di twitter.

Jaksa Penuntut Umum Rachmat Harry Basuki dalam persidangan menyatakan pada majelis hakim, bahwa pihaknya kini telah memegang surat penetapan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan nomor 386/Pen.PID/2019/PT.DKI, terkait dengan pemindahan penahanan Ahmad Dhani di Surabaya.

“Mohon ijin majelis, kami memiliki surat penetapan PT DKI Jakarta perihal pemindahan tempat penahanan Dhani Ahmad Prasetyo,” ujarnya, Kamis (7/2).

Ia menambahkan, surat penetapan tersebut, menyatakan bahwa selama Ahmad Dhani menjalani sidang di Surabaya, maka ia akan dipindahkan penahanannya dari Jakarta ke Surabaya. Itu berarti, selama sidang vlog ujaran kebencian ‘idiot’ kepada demonstran Koalisi Bela NKRI, maka Ahmad Dhani akan tetap berada di Surabaya, tepatnya di Rutan Klas I Medaeng.

Mengetahui adanya penetapan tersebut, tim kuasa hukum Ahmad Dhani pun mengajukan protes. Sebab, mereka juga memegang surat penetapan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan nomor yang berbeda, yakni nomor 385/Pen.PID/2019/PT.DKI.

“Surat penetapan ini juga bicara soal penahanan Ahmad Dhani di Lapas Cipinang. Jadi ini bagaimana majelis hakim. Selain itu, keluarga Ahmad Dhani juga keberatan bila ia ditahan di Surabaya,” ungkap salah satu kuasa hukum Dhani, Kemal Sihab.

Menengahi persoalan ini, Ketua Majelis Hakim Raden Anton Widyopriono pun menjelaskan, bahwa surat penetapan yang dipegang jaksa, merupakan surat penetapan pemindahan penahanan. Sedangkan surat yang dipegang oleh kuasa hukum, merupakan penetapan penahanan Ahmad Dhani dalam kasus yang kini ditangani oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Jadi surat ini memang berbeda. Karena dalam kasus di Surabaya ini, yang bersangkutan tidak ditahan. Penahanan Ahmad Dhani masih menjadi kewenangan PT DKI Jakarta,” ujarnya.

Ahmad Dhani kini dalam status tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam statusnya sebagai terdakwa perkara ujaran kebencian yang disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Majelis hakim memerintahkan penahanan saat vonis satu tahun enam bulan penjara dijatuhkan terhadapnya. Atas vonis itu, politikus Partai Gerindra itu mengajukan upaya banding.

Sementara itu, di Rutan Medaeng Ahmad Dhani ditempatkan di sel Mapenaling (Masa Pengenalan Lingkungan). Sel ini memang dikhususkan untuk tahanan yang baru masuk di Rutan Medaeng

Kepala Rutan Medaeng Teguh Sutejo menyatakan, musisi asal Surabaya tersebut akan menghuni di sel Mapenaling selama 7 hari mendatang. Selama di sel tersebut, Dhani akan diberikan penjelasan hak dan kewajiban dia sebagai penghuni Rutan.

“Dia tinggal besama 103 tahanan baru, jadi ada 104 tahanan yang menghuni sel tersebut,” ujar Teguh.

Teguh menambahkan, penempatan ADP di sel tersebut merupakan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilalui oleh seorang tahanan baru. ” Tidak ada yang istimewa, semua seperti halnya tahanan lainnya termasuk ADP,” ujar Teguh.

Suami dari Mulan Jameela ini menjalani sidang perdana di PN Surabaya dalam perkara vlog ujaran kebencian ‘idiot’ kepada demonstran Koalisi Bela NKRI yang dilakukan beberapa waktu lalu di sebuah hotel di Surabaya.@rofik