Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Mabes Polri tetapkan Henry J Gunawan dan Notaris Yuli Ekawati tersangka sengeketa lahan Puskopkar
Lahan milik Puskopkar di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. FOTO: dok.LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Mabes Polri tetapkan Henry J Gunawan dan Notaris Yuli Ekawati tersangka sengeketa lahan Puskopkar 

LENSAINDONESIA.COM: Bareskrim Mabes Polri menetapkan Direktur Utama  (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa yakni, Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dan Notaris Yuli Ekawati sebagai tersangka kasus penyerobotan dan pemalsuan surat tanah milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur seluas hektar di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Penyidik Bareskrim Polri menilai, Henry dan Yuli melanggar pasal 264 KUHP dan atau pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP tentang pemalsuan surat atau memalsukan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Penetapan tersangka ini diketahui setelah diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) No. B/53/III/2018/Dit Tipidum, dan Laporan Kemajuan Hasil Penyidikan (LKHP) tanggal 29 Januari 2019, yang berdasarkan LP No: LP/77/1/2018Bareskrim, tanggal 17 Januari 2018 atas nama pelapor Drs. EC H. Tri Harsono.

Ketua Puskopkar Jatim, Tri Harsono membenarkan adanya penetapan tersangka tersebut. “Benar, kabarnya pengembangan hasil penyidikan petugas menetapkan tersangka baru yaitu Hanry J Gunawan dan Notaris Yuli Ekawati.,” katanya saat hubungi lensaindonesia, Rabu (06/02/2019).

Tri Harsono mengatakan, sebelumnya penyidik sudah menetapkan Henry G Gunawan sebagai tersangka bersama tiga tersangka lainnya yaitu Notaris Umi Calsum, Reny Susetyowardhani dan D yang kini berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

“Infonya berkasnya sudah P21 (sempurna) dan dilimpahkan ke Kejaksaan,”ungkapnya.

Ia berharap, kasus ini segera tuntas dan aset milik Puskopkar tersebut bisa kembali, karena sudah cukup lama proses perkara ini berjalan sehingga cukup menelan kerugian yang lumayan besar.

Diketahui perkara ini bermula dari tanah seluas 20 hektar milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar dalam divisi perumahan.

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari Iskandar (alm).

Baca Juga:  Surabaya segera punya Kebun Raya Mangrove pertama di dunia

Seiring waktu, setelah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang didirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan oleh Henry G Gunawan.@rief