Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Maruli dukung Jokowi buru uang Negara 4.500 Triliun yang dirampok koruptor dan disimpan di Swiss
HEADLINE

Maruli dukung Jokowi buru uang Negara 4.500 Triliun yang dirampok koruptor dan disimpan di Swiss 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung, mendukung penuh upaya pemerintah memburu uang-uang haram hasil korupsi sejak era Orde Baru yang disimpan dan dicuci di luar negeri, termasuk Swiss.

“Pak Jokowi punya komitmen dan aksi nyata memberantas korupsi serta pencucian uang. Penandatanganan perjanjian bantuan hukum timbal balik Mutual Legal Assistant (MLA) antara Indonesia dan Swiss pada 4 Februari lalu adalah momen yang bagus untuk mengejar harta kekayaan hasil kejahatan yang disimpan di luar negeri,” kata Maruli Hutagalung.

“Uang-uang haram yang selama ini disimpan dan dicuci di luar negeri harus dikembalikan untuk rakyat,” tegas Maruli yang telah banyak menuntaskan kasus korupsi sepanjang karirnya di kejaksaan.

Diketahui, langkah terobosan besar dan berani yang ditempuh Jokowi membela kepentingan rakyat dan negara yang tidak pernah dilakukan presiden-presiden sebelumnya, apalagi di era Orde Baru ini sangat menggembirakan para pegiat anti korupsi. Karena itu, rakyat Indonesia diharapkan memberi dukungan demi kepentingan rakyat dan Negara.

Maruli mengatakan, perjanjian MLA adalah dasar bagi aparat hukum untuk menuntut orang-orang yang melakukan korupsi dan bisnis “haram” di Indonesia lalu uangnya dibawa ke luar negeri, khususnya Swiss yang dikenal sebagai negara surga pajak (tax haven) nomor wahid di dunia. Dalam banyak analisis, uang dari Indonesia yang disimpan di luar negeri mencapai Rp 4.500 triliun.

“MLA tersebut menjadi semacam platform bagi Indonesia untuk lebih kuat dalam menegakkan hukum, terutama untuk mengusut tindak pidana pencucian uang. Di dalam MLA ada kerja sama mulai tahap penyidikan, penuntutan, maupun eksekusi terhadap putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” jelas Maruli yang menyelamatkan Gedung Gelora Pancasila Surabaya senilai 180 milyar.

Baca Juga:  Bendera Indonesia berkibar di Festival Spanduk Dunia di Lyon Prancis

Artinya, sambung Maruli, jika ada uang hasil kejahatan dari Indonesia yang disimpan di Swiss, langkah pengembaliannya lebih mudah. Selama ini, di negara surga pajak, Indonesia kesulitan mengusut pencucian uang karena keterbatasan akses. Dengan MLA ini Indonesia lebih leluasa dalam menyelidiki pencucian uang di luar negeri.

“Bisa dirampas dan dikembalikan untuk (rakyat) Indonesia,” ujarnya.

Menurut Maruli, keberhasilan perundingan MLA ini adalah catatan bersejarah bagi Indonesia sekaligus pintu masuk untuk menjajaki kerja sama mutual serupa dengan berbagai negara lain yang dikenal sebagai surga pajak.

“Nah ke depan MLA ini perlu diperluas dengan negara-negara surga pajak lainnya. Biar yang koruptor deg-degan semua. Kan itu ada Panama Papers dan Paradise Papers, nah ada namanya siapa di sana?” kata Maruli yang maju sebagai caleg DPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo dari Partai NasDem. @wan