Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Su’udi (58) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Tegalsari Surabaya. Warga Jl Dinoyo Baru ini menyiram muka Tjahjawati (61) dengan air keras hingga menyebabkan kebutaan total.

Kepada lensaindonesia.com, Su’udi mengaku dirinya tega menyiram air keras karena tidak diterima ditegur korban gara-gara seekor kucing yang berak sembarangan.

“Saya jengkel kucingnya sering nelek (berak) sembarangan. Saya jengkel pak,” singkatnya saat ditemui di Mapolsek Tegalsari.

Sementara itu, Tjahjati, korban penyiraman air keras mengaku bahwa perselisihanya dengan pelaku Su’udi sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, pelaku karap menggunakan berbagai cara untuk melampiaskan kemarahanya, termasuk mamakai hal-hal gaib.

Perempuan 61 tahun warga Jl Dinoyo Baru Surabaya ini mengatakan, bahwa di lingkungan sekitarnya, Su’udi dikenal sebagai dukun santet.

“Dulu saya pernah bertengkar dengan dia. Setelah itu muka dan badan saya bengkak semua,” ungkapnya.

Selain dirinya, Tjahjati mengungkapkan, banyak warga sekitar yang menjadi korban ilmu gaib pelaku. “Kami sudah 30 tahun bertetangga. Memang sudah dikenal di lingkungan kami, setiap tetangga yang bertengkar dengannya, mengalami penyakit aneh. Tetangga kami banyak yang disantet,” ujarnya.

Diketahui, kasus kekerasan dengan menyiraman air keras ini terjadi pada Minggu sore (03/02/2019).

Kejadian berawal saat korban Tjahjawati dan anaknya Dovi Santoso (35) akhirnya menegur pelaku yang kerap menyiram kucingnya dengan air. Bukanya meminta maaf, Su’udi justru emosi. Cekcok antara kedua pihak pun tidak terhindarkan.

Kerena emosi, tiba-tiba, Su’udi masuk ke dalam rumahnya mengambil cairan air keras dan langsung disiramkan ke muka Tjahjawati. Percikan air keras juga mengenai mata Dovi Santoso.

Akibat siraman air keras itu, perempuan 61 tahun tersebut mengakami luka bakar serius di bagian wajah dan lidahnya. Tjajawati juga mengalami buta permanen.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin membenarkan, bahwa cekcok antar tetangga yang berujung kekerasan ini pelaku masalah seekor kucing.

“Kasus ini dipicu hal sepele. Dimana kucing peliharaan korban sering mondar-mandir di depan rumah pelaku. Karena tidak suka, pelaku kerap menyiram kucing peliharaan korban dengan air,” katanya.

Hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, korban Tjajawati mengalami kerusakan cukup parah di matanya hingga buta permanen.

“Akibat disiram air keras itu Tjahjawati mengalami luka bakar di muka dan lidahnya. Korban juga mengaku tidak bisa melihat (buta). Sementara korban Dovi yang juga terkena siram air keras juga mengalami luka di bagian mata, namun tidak separah ibunya. Masih bisa melihat, meski samar-samar,” ujar Abidin.

Dari penggeledahan di rumah Suudi, polisi menyita barang bukti air keras (HCL) 32 % yang dikemas dalam botol dan jerigen.

Usai menjalani pemeriksaan, penyidik menetapkan Suudi sebagai tersangka.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP dan diancam pidana maksimal 7 tahun penjara.@rofik