Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Buka paksa rumah Jl Blambangan Surabaya, polisi temukan mayat pria sudah membusuk
Petugas Polsek Tegalsari Surabaya membuka paksa pagar sebuah rumah di Jl Blambangan, Sabtu (09/02/2019). Di dalam rumah ini, polisi menemukan sesosok mayat pria yang sudah membusuk. FOTO: jatimno
HEADLINE JATIM RAYA

Buka paksa rumah Jl Blambangan Surabaya, polisi temukan mayat pria sudah membusuk 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Polsek Tegalsari Surabaya terpaksa mencongkel pagar dan pintu sebuah rumah milik Felix Suliyanto di Jl Blambangan, Kelurahan Keputran, Sabtu siang (09/02/2019).

Upaya ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga tentang adanya bau busuk mirip aroma mayat dari dalam rumah tersebut.

“Benar sebelumnya kami menerima laporan dari warga atas nama Lestari Tjahjadi. saksi Lestari Tjahyadi yang juga Wakil RT 3 RW 6 Kelurahan Keputran menerima laporan adanya bau tidak sedap berasal dari rumah Felik Suliyanto,” kata Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin.

Setelah menerima laporan, sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi. Ketika di lokasi petugas mendapati melihat pintu gerbang masih dalam keadaan terkunci.

Untuk membuktikan kebenaran laporan, petugas terpaksa membuka pagar dan pintu rumah. Dan ternyata benar, di dalam rumah tersebut terdapat seosok mayat yang kondisinya sudah membusuk.

Polisi mengevakuasi jenazah yang ditemukan di dalam rumah Jl Blambangan Surabaya, Sabtu (09/02/2019). FOTO: jn

Iptu Zainul Abidin mengatakan, korban tak lain adalah Felik Suliyanto, sang pemilik rumah. Saat ditemukan, korban dalam keadaan tanpa busana.

“Diduga jenazah sudah 4 hari meninggalnya karena telah membusuk. Juga pengakuan tetangga korban yaitu Subur mengaku sudah 4 hari mencium bau tak sedap dari dalam rumah ini,” ungkapnya.

Selama ini pria usia 60 tahun tinggal sebatang kara dan dalam keadaan sakit.

Iptu Zainul Abidin juga menyampaikan, meski sudah beberapa hari sang pemilik rumah meninggal dunia, namun barang-barang berharga miliknya masih utuh, tidak ada yang hilang.

“Barang milik korban masih utuh begitu juga mobil Daihatsu Espas warna hitam masih terparkir di garasi rumah,” ucapnya.

Berdasarkan hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim inavis Polrestabes Surabaya tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal dunia karena dalam keadaan sakit.@rofik

Baca Juga:  Presiden ajak kaum Ibu ciptakan generasi "jempolan" untuk Indonesia maju