Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Jatim dikukuhkan di hadapan Dewan Pers
Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur. FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Jatim dikukuhkan di hadapan Dewan Pers 

LENSAINDONESIA.COM: Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) resmi membentuk satu lagi cabangnya. Kali ini yang dikukuhkan yakni pengurus FJPI Jawa Timur, bertepatan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019.

Dengan adanya FJPI Jatim, kini total anggotanya sudah ada di 8 provinsi se-Indonesia. Yang menarik, acara pengukuhan oleh Ketua Umum FJPI Uni Lubis itu dilakukan di hadapan Dewan Pers, yakni Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan.

Pelantikan ini diwakili oleh 6 pengurus FJPI Jatim yang diketuai oleh Jurnalis MNC TV Tri Ambarwatie. Sementara, pengurus inti lainnya yaitu Jurnalis Metro TV herma Prabayanti, Jurnalis TV One Hentty Kartikasari, Jurnalis iNews TV Chaterin Ellisen, Jurnalis Lensa Indonesia Sarifah Aini dan Jurnalis IDN Times Fitria Madia.

Uni Lubis berpesan kepada anggota barunya agar segera menyusun program kegiatan untuk meningkatkan profeaionalisme wartawa. Uni juga berpesan bahwa FJPI lahir tidak untuk menumpuk uang.

“Jadi jangan sampai ada aliran dana APBN atau APBD, kecuali dari Dewan Pers, yang digunakan untuk program. Forum ini juga berfokus untuk meningkatkan profesionalisme wartawan khususnya perempuan termasuk melalui uji kompetensi. Selain itu tetap ceria dan kompak selalu,” kata Uni Lubis yang juga Pimred IDN Times saat pengukuhan Pengurus FJPI Jatim di sela diskusi media bertema “Meliput Pemilu dengan Perspektif Perempuan” di Surabaya, Jumat (8/2/2019) malam.

Usai pelantikan, Tri menyampaikan harapannya atas dikukuhkannya organisasi tersebut. Ia berharap dengan diadakannya FJPI di Jatim maka tujuan FJPI untuk merangkul jurnalis perempuan dapat terwujud.

“Seiring dengan dilantiknya pengurus FJPI Jawa Timur, kami berharap agar tujuan dibentuknya FJPI dapat kami laksanakan juga di Jawa Timur, terutama terkait pemberdayaan jurnalis perempuan. Serta tentunya bagaimana para jurnalis perempuan menyuarakan isu-isu perempuan,” katanya.

Tri juga berharap dapat segera menjalankan program-program bagi para jurnalis perempuan bersama 13 anggota lainnya.

“Kami juga berharap dalam waktu dekat kami bisa menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, pendampingan kasus-kasus perempuan. Karena kami merupakan kelompok jurnalis tentunya kami berupaya agar perempuan bisa berkiprah lebih maju melalui pemberitaan di media massa,” katanya.

Dalam forum diskusi itu, juga dilakulan peluncuran buku perdana terbitan FJPI yang berjudul Jurnalis Perempuan Meliput Indonesia : 50 Kisah di Balik Berita.

Buku tersebut, merupakan karya 50 jurnalis perempuan dari seluruh Indonesia yang menuliskan pengalamannya selama meliput dalam prespektif perempuan.@sarifa