Trending News

17 Aug 2019
Remisi dicabut presiden, pembunuh wartawan Prabangsa tetap dihukum seumur hidup
Presiden Joko Widodo menyatakan mencabut remisi untuk I Nyoman Susrama terpidana pembunuhan wartawan Radar Bali. Hal itu diungkapkan Jokkowi acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Surabaya, Sabtu (09/02/2019). FOTO: licom
HEADLINE DEMOKRASI

Remisi dicabut presiden, pembunuh wartawan Prabangsa tetap dihukum seumur hidup 

LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo menegaskan telah resmi mencabut remisi untuk Nyoman Susrama, terpidana pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Ini ditegaskan Presiden Jokowi usai acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Surabaya, Sabtu (09/02/2019). “Sudah, sudah saya tandatangani,” tegas orang nomor satu di Indonesia ini.

Dengan dicabutnya remisi ini, Susrama bakal tetap menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden mencabut remisi terhadap pelaku yakni I Nyoman Susrama.

Pembatalan remisi yang ditandatangani Presiden Joko Widodo menunjukkan kepedulian dan komitmen Pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan tugas -tugasnya.

“Rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat menjadi poin perhatian Presiden,” katanya.

“Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Presiden juga sudah mendengar masukan dari mana-mana. Dan saya kira itu keputusan yang terbaik bagi kita semua,” tambah Moeldoko.

Diketahui, Susrama sebelumnya mendapatkan remisi berupa pengurangan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Menanggapi hal itu, sejumlah organisasi wartawan protes keras agar Jokowi mencabut remisi pembunuh Jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Kasus pembunuhan sadis itu terjadi pada 2009. Susrama menjadi otak dibalik pembunuhan berencana terhadap Prabangsa. Jurnalis senior itu sering menulis dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli, Bali sejak awal Desember 2008 hingga Januari 2009.

Mayat Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung pada 16 Februari 2009 dalam kondisi mengenaskan. Susrama lalu ditangkap dan disidang dengan vonis penjara seumur hidup.

Selain Susrama, polisi juga menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Komang Gede, Nyoman Rencana, I Komang Gede Wardana alias Mangde, Dewa Sumbawa, Endy dan Jampes.

Nyoman Susrama sendiri adalah adik Bupati Bangli yang menjabat sejak 2000 hingga 2010 I Nengah Arnawa. Ketika kasus pembunuhan itu terjadi, Nyoman Susrama baru saja terpilih sebagai anggota DPRD Bangli dari PDIP, namun belum dilantik.@sarifa

Related posts