Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Warga di Sumbawa Barat tolak pembebasan lahan dan pemukiman untuk smelter PT AMNT
Warga desa di Kecamatan Muluk Kabupaten Sumbawa Barat memasang spanduk berisi penolakan pembebasan pemukilan dan lahan pertanian untuk pembangunan smelter PT AMNT. FOTO: Awie-LICOM
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Warga di Sumbawa Barat tolak pembebasan lahan dan pemukiman untuk smelter PT AMNT 

LENSAINDONESIA.COM: Rencana pembangunan smelter (fasilitas pengolahan hasil tambang) emas dan tembaga PT Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menuai pro dan kontra. Empat desa di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB yang terdampak langsung berdirinya perusahaan tambang tersebut ada yang mendukung dan sebagian menolak keras.

Warga desa yang menolak rumah tempat tinggal dan tanahnya dibebaskan, membentangkan spanduk bertulisan “Pemukiman dan lahan pertanian kami tidak jual”. Spanduk tersebut terpampang di pagar-pagar pekarangan warga Dusun Otak Keris dan Dusun Maluk Tengah.

Aksi warga ini dilakukan menjalang adanya pengukuran lahan sekitar 800 hektar di kawasan itu yang segera dibebaskan untuk pembangunan smelter PT AMNT.

Wagiman, Kepala Dusun Otak Keris mengatakan, dirinya dan seluruh warga menolak menjual pemukiman dan lahan pertaniannya untuk keperluan pembangunan smelter tersebut.

“Kami sangat dukung adanya rencana pembangunan smelter. Namun kami tidak setuju dan tidak akan menjual lahan yang telah kami garap puluhan tahun ini. Kami warga Otak Keris tidak akan menjual sejengkalpun tanah kami, dan kami akan tetap bertahan tidak akan menjualnya, jika pemerintah memaksa kami siap di kubur hidup-hidup di tanah kami ini,” tegas Wagiman saat ditemui lensaindonesia.com di kediamannya, Sabtu (09/02/2019).

Menurut Wagiman, wacana pembangunan smelter itu tidak singkron dengan program pemerintah dalam mendukung produksi pertanian di Sumbawa Barat, khususnya di Otak Keris. “Pemerintah sudah membangun sejumlah fasilitas seperti bendungan, saluran irigasi dan mengaspal jalan. Terus sekarang ada wacana akan dibuat smelter kan ini aneh? Anggaran yang ratusan juta itu akan sia-sia dan percuma,” kritiknya.


Warga desa di Kecamatan Muluk Kabupaten Sumbawa Barat memasang spanduk berisi penolakan pembebasan pemukilan dan lahan pertanian untuk pembangunan smelter PT AMNT. FOTO: Awie-LICOM

Ia berharap pemerintah memperhatikan hak-hak warganya dan mendengar aspirasi warga yang tidak ingin lahannya di bebaskan. Pasalnya jika pemukiman dan lahan pertanian yang produktif di bebaskan dan dijadikan lokasi pembangunan smelter akan berdampak negatif bagi warga Otak Keris.

Baca Juga:  Kinerja BPK dipuji Presiden, KAKI nilai Petahana layak dipertahankan

“Jika lahan kami dibebesakan, kemana kami akan pergi? Ini (pertanian) adalah satu-satunya tempat kami menggantungkan hidup bersama keluarga kami,”imbanya.

Di tempat yang sama Kepala Dusun Maluk Tengah H. Abu Bakar menyampaikan berpendapat sama dengan warga Otak Keris. Ia dan warganya tidak setuju dengan pembebasan lahan.

“Jika lahan warga di bebaskan mau kemana saudara-saudara kami mencari nafkah? Karena sawah itu satu-satunya lahan tempat mereka menggantungkan hidupnya. Jika lahan mereka dibebaskan maka tidak ada tempat lagi untuk mereka membiayai hidup,” ujarnya.

Abu Bakar mengungkapkan, gara-gara mendengar kabar adanya pembebasan pemukiman dan lahan untuk smelter ini, seorang warganya bernama Parman shock dan pingsan. “Parman sampai kaget dan pingsan mendengar kabar tersebut. Sampai dia dibawa ke Puskemas,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin mengklaim, bahwa dari seluruh daerah di Indonesia yang paling siap membangun smelter adalah Kabupaten Sumbawa Barat.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Rencana Pembangunan Smelter dan Industri Turunannya di Kantor Kecamatan Maluk pada Senin 4 Februari 2019 lalu.

“Gresik di Jawa Timur sangat ingin mengembangkan smelternya. Freeport juga ingin membangun smelter di Papua. Bahkan Kabupaten Sumbawa mendorong agar smelter dibangun di daerahnya. Artinya banyak daerah yang memperebutkan pembangunan smelter ini. Tetapi yang paling siap adalah kita (Kabupaten Sumbawa Barat),” ujarnya.

Menurutnya, smelter yang akan dibangun PT AMNT nantinya akan memberikan keuntungan sangat besar bagi Kabupaten Sumbawa barat dam masyarakat pada umumnya. Selain di sisi ketenagakerjaan dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya karena turut hadirnya berbagai industri turunan, kegiatan pabrik tersebut juga memberikan keamanan bagi lingkungan. Hal ini dikarenakan, kegiatannya tidak bersifat mengekspolitasi lingkungan sehingga tidak ada sumber daya alam (SDA) daerah yang akan terdampak.

Baca Juga:  Jokowi ingin bertemu dua siswa SMA penemu obat kanker

Menurut bupati, industri turunan yang akan turut hadir dengan dibangunnya smelter di Kabupaten Sumbawa Barat akan menjamin kelestarian lingkungan tersebut. Ia mencontohkan, pabrik semen dan pupuk sebagai industri ikutannya akan mengolah limbah smelter sebagai bahan tambahan campuran produksinya.@awie