Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Majelis Dzikir Al Karomah DKI dan Padepokan Kyai Santri gelar Istighosah untuk keselamatan bangsa
HEADLINE

Majelis Dzikir Al Karomah DKI dan Padepokan Kyai Santri gelar Istighosah untuk keselamatan bangsa 

LENSAINDONESIA.COM: Jamaa’ah Majelis Dzikir Al Karomah DKI dan Pondok Nihayatuz-zain Fi Irsyadil Mubtadi’ in (Padepokan Kyai Santri) bertempat di Kp. Malaka 4 Rt. 010 RW. 06 Kel.Rorotan Kec.Cilincing Jakarta Utara, mengelar Istighosah untuk keselamatan bangsa dengan tema “Bersatu dan Damailah Bangsaku”.

Ratusan jama’ah mengikuti Istighotsah dipimpinan Pimpinan Pondok Nihayatuz-zain Irsyadil Mubtadi’in, Ust. M. Rizqi Zaidan Nahrowi, malam hari ini (9/2/2019).

Turut hadir pula sebagai tamu kehormatan diantaranya, Pimpinan Al Karomah Internasional Abuya Nahrowi Usman M.Ppdi, Pimpinan Al Karomah DKI Jakarta Abah H. Kurnadi SH, sesepuh pengasuh Padepokan Kyai Santri Ust. Imron Rosyadi, dan Penceramah Dr. KH. Taufiq Hidayat M.A

Istighosah untuk keselamatan bangsa ini diawali Pimpinan Al Karomah Internasional dengan didampingi Ust. M. Rizqi Zaidan Nahrowi memberikan santunan pada anak Yatim maupun jamaah kaum Dhuafa di lingkungan padepokan.

Kemudian, jama’ah membaca dzikir selapanan. Dilanjutkan, latunan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, diiringi Hadroh padepokan Kyai Santri

Acara puncak, ceramah Dr KH Taufiq Hidayat MA. Ulama ini menguraikan digelarnya Istighosah untuk keselamatan bangsa saat ini. Menurutnya, diharapkan dapat menolak segala bala bencana yang akhir-akhir ini terjadi. Diawali gempa bumi di Lombok NTB, tsunami di Pandeglang Banten dan Lampung, serta banjir bandang maupun tanah Longsor di berbagai provinsi di Indonesia.

Ia mengutip ayat suci Alquran surat At Taubah, bahwa bencana alam yang melanda manusia semuanya tidak terlepas dari Kudrot dan Irodat Allah SWT. “Allah lah pelindung kita, musibah apa pun yang menimpa itu, semua sudah ada catatannya di Lauhilmahfud,” jelasr Dr KH Taufiq Hidayat MA

Dr KH Taufiq Hidayat MA menambahkan, bahwa pendapat para Ulama menyebut hakekat dari serangkaian bencana dibagi menjadi 3 bagian. Yaitu, hakekatnya Bala’un litakrib, Bala’un takdib dan Bala’un takjim

Baca Juga:  Mahfud MD: KPK tak bisa kembalikan mandat kepada presiden

Pertama, Balaun Litakrib artinya bahwa Allah SWT memberikan Bencana kepada manusia alim semata-mata adalah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sekaligus menguji keimanan manusia yang alim dan sholeh tersebut.

Kedua, Bala’un Litakdib artinya bahwa Allah SWT memberikan pelajaran atau mendidik manusia dengan teguran bala bencana, karena manusia mengaku muslim tapi banyak yang lalai tidak mau sholat, bahkan cenderung berbuat maksiat. Musibah Bala’un Litakdib artinya Allah memberi teguran.

Ketiga, Bala’un Litakjim, artinya Allah SWT memberikan musibah bencana kepada manusia yang terus menerus berbuat maksiat atau pun berbuat dosa. Allah SWT memberikan bencana sebagai azab. Nauzubillahiminjalik.

“Hikmah maupun fadillah dari tema bersatu dan damailah bangsaku.yang dikemas dengan serangkaian Istighosah membaca dzikir kepada Allah SWT adalah obat yang ampuh untuk bisa menolak bala bencana yang terjadi di NKRI,” ungkapnya.

Acara Istighotsah ditutup doa dipimpin langsung Ust. M. Rizqi Zaidan Nahrowi Pengasuh Pondok Nihayatuz-zain Fi Irsyadil Mubtadi_in. Penggagas Istighosah ini mengajak untuk mengambil hikmah dari yang dicontohkan Alim Ulama besar bangsa Indonesia, yaitu Imam Nawawi Banten yang nama kitab-kitabnya dikenal seluruh dunia, dan akhir hayatnya dimakamkan di tanah suci Makkah.
Sampai saat ini, setiap tahun selalu dikunjungi jutaan umat Islam seluruh dunia.

Subhanallah , saya sangat kagum kepada orang Alim seperti Ulama besar Imam Nawawi dari Banten ini. Padahal, Beliu sudah wafat tapi masih bisa nyatuin orang hidup. Nah, kenapa kita yang masih hidup selalu saja masih berselisih. Seharusnya kita yang masih hidup lebih bisa nyatuin orang hidup,” tutupnya. @ichsan