Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Presiden RI Joko Widodo ikut memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang digelar di Surabaya.

Jokowi mengatakan perkembangan media sosial (medsos) melompat sangat tinggi. Pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 143,26 juta jiwa. 54,68 persen dari total populasi sebanyak 87,13 persen mengakses media sosial. Menurutnya, yang viral di medsos biasanya jadi rujukan.

Menurutnya media konvensional atau media arus utama tetap lebih dipercaya dibanding medsos. Berdasarkan laporan dari Edelman Trust Barometer, pada tahun 2018 lalu kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional sebanyak 63 persen berbanding dengan media sosial sebanyak 40 persen.

“Semakin kesini semakin tidak percaya terhadap medsos. Saya bergembira terhadap situasi ini. Selamat insan pers dan media arus utama atas kepercayaan masyarakat ini,” katanya dalam acara Puncak Peringatan HPN 2019 di Grand City Mall & Convex Surabaya, Sabtu (09/02/2019).

Presiden mengatakan, era digital yang diikuti perkembangan masif medsos membuat setiap orang bisa menjadi wartawan atau pemimpin redaksi (Pimred). Kadang kondisi tersebut menciptakan sebuah kegaduhan atau ketakutan dan pesimisme.

Salah satunya ketika pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Tetapi, yang muncul di ruang publik hal tersebut disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

“Ketika pemerintah menyampaikan well infomation society jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi,” terangnya.

Di tengah situasi ini, media arus utama sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi, menyajikan informasi yang terverifikasi, menjalankan peran sebagai communication of hope untuk memberikan harapan besar pada bangsa Indonesia.

“Untuk itu saya mengajak pers meneguhkan jati dirinya untuk menjadi sumber informasi yang akurat, mengedukasi masyarakat, tetap melakukan kontrol sosial dan memberikan kritik konstruktif,” pesan orang nomor satu di Indonesia ini.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menerima penghargaan kemerdekaan pers dari Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo. Penghargaan diberikan untuk mengapresiasi pejabat tertinggi di negeri ini yang dinilai tidak pernah mencederai kemerdekaan pers yang sehat dan positif serta memberikan masa depan yang baik.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengajak seluruh elemen pers untuk kembali meneguhkan kode etik jurnalistik dalam landasan moral. Hal ini penting agar pers melakukan pengawasan dan selalu mengacu dalam kepentingan publik.

“Setiap wartawan Indonesia wajib independen sesuai hati nurani, akurat, dapat dipercaya dan benar-benar obyektif. Pers Indonesia harus mampu menjadi wasit yang adil dalam Pemilu 2019 yang akan berlangsung dalam dua bulan ke depan,” imbuhnya.

Dalam acara ini turut dilakukan penandatanganan MoU di antaranya tentang pengembangan tol laut dan pengembangan kapasitas wartawan.

Turut hadir pada acara tersebut tampak Ibu Negara Iriana Jokowi, pimpinan lembaga negara, dubes negara sahabat, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur se-Indonesia, pimpinan media serta insan pers dari seluruh Indonesia.@sarifa