Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sejak dikembalikan 5 bulan lalu oleh jaksa Darwis, berkas penganiayaan dengan tersangka Bos Nexcom, Andi Pratomo Sutikno (36) warga Jl Dharmahusada Mas, Surabaya, dan temannya Roby Soegiarto, hingga saat Penyidik Polsek Mulyorejo belum melimpahkan kembali berkas itu ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan Darwis selaku Jaksa peneliti saat dikonfirmasi di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (11/2/2019). “Setelah kami kembalikan, sampai sekarang belum dilimpahkan lagi,” ungkapnya.

Jaksa Darwis menyatakan, bahwa pasal 170 KUHP (pengeroyokan) yang dijerat terhadap keduanya tidak masuk unsur. “Kami minta pasalnya agar diubah, dari 170 KUHP ke 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, karena unsurnya tidak terpenuhi. Sebab, saat kejadian unsur pengeroyokannya tidak ada, karena melakukan tindak kekerasan secara bersama dan korbannya bukan 1 orang saja, tapi banyak secara bersamaan,” jelasnya.

Disinggung pihaknya akan meminta dan menyurati penyidik Polsek Mulyorejo untuk segera melengkapi berkasnya, dengan dalih menjaga hubungan baik, Darwis mengaku akan tetap memintanya untuk segera melengkapi berkas kedua tersangka. “Kalau menyurati tidaklah, karena kami tetap menjaga hubungan baik. Ya, paling nanti saya hubungi by phone saja, ya nanti secepatnya,” pungkas Darwis.

Seperti diberitakan beberapa bulan lalu, Jaksa Darwis dari Kejari Surabaya, mengembalikan lagi berkas tersangka penganiayaan dengan tersangka Bos Nexcom, Andi Pratomo Sutikno (36) warga Jl Dharmahusada Mas, Surabaya, dan temannya, Roby Soegiarto. Kedua nama ini sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dan penganiayaan terhadap pemilik Kafe Holywings, Kevin Tanjaya.

Jaksa Darwis menyebut, dikembalikannya berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut, lantaran menganggap Penyidik Polsek Mulyorejo sama sekali tidak mengubah hasil penyidikan sebelumnya. “Masih belum lengkap (P19). Kemarin saya kembalikan untuk disempurnakan, tapi tidak ada perubahan sama sekali, tetap seperti semula,” ungkapnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya.

Disinggung adanya penambahan keterangan saksi dalam BAP, Darwis menyatakan sama sekali tidak ada dicantumkan keterangan tersebut. “Tidak ada, masih seperti semula dan tidak ada tambahan. Makanya saya kembalikan,” pungkasnya.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Bagus Rusiawan, saat dikonfirmasi, Jumat (24/8/2018) lalu, meminta Lensa Indonesia menanyakan ke Kanit Reskrim. “Langsung Kanit saja ya Mas,” jawabnya singkat ketika ditanya terkait dugaan tak seriusnya penyidik yang menangani kasus ini.

Perlu diketahui, Bos Nexcom, Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto, resmi jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Bos Kafe Holywings, Kevin Tanjaya. Keduanya, lantas ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Kevin Tanjaya, saat menghabiskan malam tahun baru lalu.

Meskipun dilaporkan melakukan pengeroyokan sesuai pasal 170 KUHP dan penganiayaan berat seperti yang dimaksud dalam pasal 351 ayat 2, tapi penyidik Polsek Mulyorejo hanya menjerat dengan kasus penganiayaan. “Kami jerat keduanya dengan pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat,” jelas Iptu Budijanto saat itu, tanpa menjelaskan kenapa tak menerapkan juga pasal 170 KUHP.

Andi Pratomo Sutikno dan Robi Soegiarto juga mendapat perlakuan ‘istimewa’ karena saat ini masih bebas berkeliaran dan penyidikan kasusnya berjalan lambat.

Kasus ini sendiri bermula pada pesta malam pergantian tahun baru 2018. Saat itu, Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto datang ke Kafe Holywings di Jl Kertajaya Indah Blok S/201. Menurut keterangan sejumlah saksi, saat itu muncul keributan yang dipicu adanya senggolan dan kelompok Bos Nexcom ini dengan pasangan pengunjung Yudian Lukman dan cewek cantik di sebelahnya.

Pemilik Kafe Holywings Kevin Tanjaya yang saat itu melihat keributan mencoba melerai, namun menjadi sasaran bogem amukan Andi dan Roby. Saat itu sejumlah saksi dan rekaman CCTV menyebut Andi sempat mengeluarkan pistol namun terjatuh dan disembunyikan waiter ke lipatan sofa pengunjung.

Tidak terima bosnya dihajar pengunjung, pegawai Kafe Holywings yakni Mohamad Holilur Rohim, Rendy Fitra Rahmadan, Ishaq Baihaqi, Danang Pramana Putra, Muklis (buronan) kemudian mengeroyok Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto, hingga berdarah-darah.

Para karyawan Kafe Holywings ini kemudian dijadikan tersangka dan mereka sudah keluar dari Rutan Medaeng setelah menjalani hukuman penjara. @rofik