Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran kampanye oleh Polresta Solo.

Slamet Ma’arif diduga melakukan kampanye saat mengisi tabligh akbar PA 212 di SOlo pad 13 Januari 2019 lalu.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan pihaknya telah mengirim surat panggilan kepada yang bersangkutan.

“Nanti pemeriksaan hari Rabu (lusa), kita panggil sebagai tersangka,” kata Ribut di Mapolresta Solo, Senin (11/02/2019).

Sementara itu, Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai menyampaikan, peningkatan status Slamet Ma’arif menjadi tersangka itu setelah penyidik melakukan serangkaian gelar perkara pada Jumat (08/02/2019) kemarin. “Setelah gelar perkara kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar dia.

Pemeriksaan Slamet Ma’arif sebagai tersangka nanti akan dilaksanakan di Polda Jawa Tengah. Hal ini dilakukan karena alasan keamanan. Namun Andy memastikan penanganan kasus masih di tangan Polresta Solo.

“Hanya tempatnya yang dipindah. Kalau lokasi sidang nanti kita koordinasikan lagi dengan kejaksaan dan pengadilan,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, menyebut Slamet Ma’arif menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Slamet Ma’arif dijerat dengan dua pasal, yakni Pasal 492 dan 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye.

“Ada dua bukti, yaitu video rekaman tabligh akbar dan susunan anggota tim kampanye (Prabowo-Sandi),” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, proses penetapan tersangka Slamet sudah sesuai proses hukum.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum. Ia mempersilahkan keberatan Slamet atas penetapan tersangka. Namun, ia meminta keberatan tersebut disampaikan dalam koridor hukum yang sesuai.

“Semua berproses hukum. Kita menjunjung persamaan warga negara di mata hukum. Kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikan keberatan-keberatannya silahkan, asal tetap koridor hukum,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.

Dalam proses penetapan tersangka Slamet, Dedi menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Hal ini dilakukan karena Slamet disangkakan melanggar pidana pemilu.

Hasil kajian sentra Gakkumdu tersebut, lanjut Dedi, menetapkan Slamet sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran pemilu.

“Tentunya Polri tidak bekerja sendiri tapi terus berkoordinasi dengan Bawaslu. Karena di situ ada Gakkumdu yang terdiri dari Polri, Kejaksaan dan Bawaslu karena ini ada keterkaitan dengan pemilu, maka yang melakukan assessment terhadap kontruksi pidana pemilu,” ucapnya.

Untuk diketahui, Slamet Ma’arif juga terdaftar sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Namun Slamet mengaku tidak mengetahui dirinya masuk ke dalam tim.

Sedangkan dalam kasus ini, Slamet diduga melakukan kampanye saat mengisi tabligh akbar di kawasan Gladag, Solo, 13 Januari 2019 lalu.@LI-13