Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sehari menjelang masa purna tugas per 12 Februari 2019, Gubernur Jawa Timur Soekarwo masih aktif mengikuti agenda Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jatim, Senin (11/02/2018).

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap seluruh masyarakat Jatim yang selama 10 tahun kepemimpinannya, memberikan dukungan yang sangat luar biasa.

Menurutnya, rakyat Jatim adalah masyarakat yang sangat matang terhadap demokrasi. Masyarakat Jatim juga menjadi sasaran pemikiran tentang hak dan kewajiban serta sebagai komunitas di dalam kebersamaan. Rakyat Jatim juga sangat terbuka dengan dilandasi basis budaya dan spiritual.

Selain itu, rakyat Jatim menjadi masyarakat cerminan atau miniatur Indonesia, yang setia terhadap Pancasila dan UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan.

“Suasana seperti ini yang kemudian melahirkan pemerintahan di Jatim yang menekankan pendekatan musyawarah mufakat atas dasar pandangan hidup yakni persaudaraan dan kekerabatan,” kata Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (11/02/2019).

Selain itu, gubernur dua periode ini juga berterimakasih atas refleksi kerjasama yang terjalin antara eksekutif dan legislatif. Dimana selama 10 tahun dirinya menjabat, tidak pernah sekalipun ia bersama anggota dewan mengambil keputusan secara voting, melainkan mengedepankan musyawarah mufakat.

Hal ini yang kemudian disepakati tak ada istilah fraksi partai politik, melainkan faksi Jawa Timur di DPRD Jatim. Ini sebagai bentuk komitmen menempatkan kepentingan umum lebih dulu daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Soekarwo juga menilai hal itu sebagai miniatur implementasi demokrasi Pancasila di Indonesia. “Inilah working ideologi yang sangat baik. Ideologi bekerja dalam kehidupan sehari-hari, bukan ideologi yang menjadi slogan,” cetusnya.

Ditambahkannya, musyawarah mufakat, persaudaraan dan persahabatan faksi di Jatim adalah monumen demokrasi yang luar biasa. Dimana persaudaraan merangkul semua perbedaan dan mencari persamaannya.

“Terakhir, saya pribadi dan atas nama keluarga mohon maaf lahir batin. Dimana dalam kehidupan ini yang maksudnya baik belum tentu juga penerimaan atau pelaksanannya juga baik,” tukas politisi Partai Demokrat ini.

Sementara, ungkapan apresiasi juga disampaikan seluruh jajaran DPRD Jatim. Seperti, Ketua Fraksi Partai Demokrat Agus Dono Wibawanto menyatakan Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf sukses dan penuh perdamaian selama memimpin Jatim.

“Ucapan terima kasih karena mempunyai andil besar dalam memajukan Indonesia, khususnya Jatim. Ungkapan tersebut memiliki makna yang sangat tinggi dengan harapan yang besar untuk kemajuan jatim ke depan,” ujar Agus Dono.

Selama kepemimpinan Pakde Karwo, kata Agus, merupakan sumber energi yang memiliki signifikansi yang sangat berpengaruh dalam menata kehidupan masyarakat di masa mendatang yang tetap aman dan nyaman.

“Ini harus dipelihara dalam konstelasi politik Pilpres maupun Pileg 17 April 2019,” cetus Anggota Komisi E ini.

Sedangkan, Ketua Fraksi PKB Anisah Syakur mendoakan pasca purna tugas per 12 Februari besok agar aktivitas Gubernur Soekarwo lebih bermanfaat bagi rakyat Jatim. Dan bisa mendapat posisi yang lebih baik dari sekarang, yakni menjadi menteri.

“Kami doakan kepada Pakde Karwo pasti ada aktifitas lain yang lebih bermanfaat bagi rakyat Jatim. Bahkan tingkat nasional, Mudah-mudahan jadi menteri,” ujarnya.

Terakhir, Anggota Fraksi Partai Gerindra Noer Soetjipto menilai masa kepemimpinan Pakde Karwo telah mendapatkan pengaruh yang luar biasa bagi kemajuan pertumbuhan ekonomi Jatim yang signifikan.

“Pakde Karwo dan Gus Ipul mampu mengurangi angka kemiskinan. Apa yang telah dikembangkan pada tingkat nasional telah terbukti. Apalagi di tingkat regional,” tukas Noer.@sarifa