Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Kapitasi Pelayanan (Jaspel) Kesehatan untuk puskesmas dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Nurul Dholam kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (12/01/2019).

Dalam sidang mengagendakan pemeriksaan terdakwa yang digaler ruang Sari ini Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti mempertanyakan seputaran penggunakan dana Kapitasi Jaspel Kesehatan sebesar Rp2.451.370.985 kepada terdakwa.

Ironisnya, Nurul Dholam dalam persidangan menyampaikan bahwa, aliran dana setiap tahun mengalir ke Wakil Bupati senilai Rp10 juta dan Sekertaris Daerah (Sekda) Rp5 juta serta ada juga ke Dewan sebesar Rp27 juta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan sejumlah Wartawan.

Saat ditanya oleh Hakim uang itu untuk apa saja, dan apakah ada untuk Bupati? Nurul Dholam mengungkapkan bahwa dana tersebut dibagi untuk tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri. “Untuk THR yang mulia (termasuk bupati). Intinya sama, cuman sejak dua tahun terakhir sejak 2016-2017 sudah tidak lagi,” ungkap jawab Nurul Dholam.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik juga mempertanyakan kegunaan sejumlah pengambilan uang yang bersumber dari dana pemotongan dana (Jaspel) tersebut.
Menurut Nurul Dholam, dana Kapitasi Japel Kesehatan tersebut juga digunakan untuk biaya gathering (pertemuan) di Singapure dan Jogja. “Untuk kegiatan gethering ke Singapure dan Jogja dengan 110 peserta,” jawabnya singkat.

Lebih jauh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andrie Dwi Subianto saat dikonfirmasi lensaindonesia apakah akan melakukan pemeriksaan terkait adanya aliran dana yang mengalir ke sejumlah pejabat menuturkan, kita lihat dulu hasil pertimbangan Majelis Hakim. Karena itu adalah catatan yang berupa reng-rengan dari terdakwa.

“Kita lihat hasil dari pertimbangan Majelis Hakim dulu, kalau bukti catatan ada,” pungkasnya.

Sekedar diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam diduga melakukan korupsi terkait dana kapitasi Japil Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp 2.451.370.985. Selisih dana tersebut tercatat dari laporan hasil perhitungan Auditor Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.@rief