Trending News

17 Aug 2019
Jadi saksi meringankan, ibu terdakwa malah perberat kasus penggelapan anaknya
Rinaldo Daniel Pranata saat menjalani sidang kasus dugaan penggelapan uang perusahaan (rofik)
HEADLINE

Jadi saksi meringankan, ibu terdakwa malah perberat kasus penggelapan anaknya 

LENSAINDONESIA.COM: Rinaldo Daniel Pranata terdakwa penggelapan uang senilai 62 ribu Dollar Amerika Serikat dan 8 ribu Dollar Singapura, Selasa (12/2/2019), menjalani sidang di pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda keterangan saksi yang meringankan.

Perlu diketahui, terdakwa melakukan penggelapan, Jumat (19/10/2018) lalu. Saat itu dirinya diminta menyetorkan uang 62 ribu Dollar Amerika dan 8 ribu Dollar Singapura ke MayBank cabang PTC Surabaya. Terdakwa tidak menyetorkan uang tersebut, namun malah membawanya lari dan bersembunyi di Badung, Bali.

Saat sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejari Surabaya, menghadirkan dua saksi yakni Lani Prayogo dan Roy Pranata, orang tua terdakwa.

Sementara itu, dalam BAP penyidik Polrestabes Surabaya, Rinaldo mengaku dirinya telah menyerahkan uang tunai 50 ribu Dollar Amerika kepada Lani Prayogo, yang diserahkan di toilet SPBU di Bali. Namun keterangan itu dibantah saksi (Lani) yang mengaku dirinya tidak pernah menerima uang tersebut. “Sebelum anak saya ditangkap, kami memang liburan ke Bali dan bertemu dia,” ujar Lani.

Dalam pertemuan tersebut, saksi mengelak menerima uang 50 ribu Dollar hasil kejahatan sebagai mana pengakuan terdakwa. “Saya tidak pernah menerima uang itu, memang saya minta uang Rp 1 juta, karena kami kehabisan uang,” tambah Lani.

Saksi mengaku mengetahui terdakwa menggelapkan uang milik Beni Wijaya, setelah dihubungi korban. “Waktu itu, korban menghubungi saya kalau anak saya membawa kabur uangnya. Tapi sampai sampai saat ini saya tidak tahu berapa jumlahnya,” paparnya.

Sementara Roy Pranata mengaku dirinya dengan terdakwa jarang berkomunikasi. Bahkan, dia mengaku mengetahui perbuatan anaknya setelah diberi kabar istrinya (Lani Prayogo). “Saya jarang berkomunikasi dengan anak saya, karena dia susah diatur. Saya baru tahu kalau dia membawa kabur uang orang, justru dari istri saya,” ucapnya singkat.

Atas bantahan kedua saksi dalam BAP terdakwa, Ketua Majelis Hakim Jihad Akranudddin yang menanyakan dasar keterangan terdakwa saat dihadapan penyidik. “Saudara terdakwa, ini dalam BAP saudara menyebutkan uang 50 ribu Dollar Amerika kamu serahkan kepada ibu saudara. Tapi dibantah, ini mana yang benar,” tanya Hakim Jihad Akranuddin.

Mendapat pertanyaan tersebut, terdakwa mengaku bahwa dirinya memberikan keterangan di hadapan penyidik Unit Jatanras Polrestabes Surabaya setelah mendapat tekanan. “Saya ditekan sama penyidik, Pak Hakim,” ungkapnya.

Mendengar itu, Hakim Jihad Akranuddin memerintahkan JPU Maryani Melindawati menghadirkan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi purbalisan dalam sidang berikutnya. “Saudara terdakwa silahkan saja mengelak. Jaksa tolong nanti penyidiknya dihadirkan dalam sidang, biar semuanya jelas,” perintah Hakim Jihad.

Sementara Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko saat dikonfirmasi membantah pihaknya melakukan penekanan terhadap terdakwa. “Saat kami tangkap di Bali, terdakwa mengakui dirinya menyerahkan uang ke ibunya sebesar 50 ribu Dollar, yang diserahkan di toilet SPBU,” terangnya.

AKP Agung menjelaskan lebih lanjut, saat diperiksa saksi Lani Prayogo mengelak dirinya menerima uang tersebut dari terdakwa. “Terdakwa sudah mengakui, namun ibunya tetap mengelak. Bahkan saat konfrontir (dipertemukan) terdakwa mengaku menyerahkan dan bahkan meminta ibunya agar mengembalikan uang tersebut. Kami punya rekaman videonya. Silahkan terdakwa mengatakan apapun kami punya bukti sangat kuat,” pungkasnya. @rofik

Related posts